Share

Kasus Covid-19 Turun dari 56 Ribu ke Ratusan, Jokowi: Negara Lain Kaget

Dita Angga R, Sindonews · Senin 17 Januari 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533329 kasus-covid-19-turun-dari-56-ribu-ke-ratusan-jokowi-negara-lain-kaget-55P0pHHYAS.jpg Presiden Jokowi/ Biro Setpres

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur bahwa kasus Covid-19 pertengahan Juli tahun lalu berhasil ditangani dengan baik. Pasalnya, lonjakan kasus yang signifikan hingga mencapai 56.000 membuat fasilitas rumah sakit penuh.

(Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-67 Unpar)

“Kasus harian saat itu saya ingat 56.000. kasus harian 56.000. Dan patut kita bersyukur hari ini, kemarin berada di angka 855. Dari 56.000, kemarin di 855. Itupun sudah naik, yang sebelumnya kita sudah berada di angka 100, 200,” katanya dalam acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan, Senin (17/1/2022).

Jokowi melanjutkan, keberhasilan penurunan kasus tersebut karena Indonesia memiliki kegotongroyongan. Dimana menurutnya negara lain tidak memiliki itu semua.

(Baca juga: Omicron Mengganas! Jokowi Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas)

“Kenapa kita bisa menurunkan drastis dari 56.000 ke angka 100an? Itu karena kita memiliki yang namanya gotong royong. Pancasila kita ada di situ. Negara besar tidak memiliki,” ujarnya.

Dia mengakui, bahwa implementasi Pancasila terlihat nyata selama masa pandemi. Banyak masyarakat yang saling membantu satu sama lainnya.

“Mereka (negara lain) tidak mempunyai bahwa rakyat di desa, rakyat kita di RT, rakyat kita di RW mau memberikan rumahnya untuk isolasi, untuk karantina. Yang berpunya mau memberikan sembako yang baru kesusahan karena pandemi. Dan itu saya lihat betul implementasi dari Pancasila itu ada. Masih kuat sekali kegotong-royongan kita. Itu yg tidak dimiliki oleh negara lain,” paparnya.

Masih kata Jokowi, banyak negara yang kaget Indonesia berhasil menurunkan kasus dari 56.000 ke angka ratusan.

“Banyak yang kaget kenapa Indonesia bisa tahu-tahu turun dari 56.000 ke hanya angka-angka seratusan, ya kuncinya di situ. Semuanya bergerak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi-organisasi rakyat, perangkat kita yang sampai ke bawah, semuanya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini