Share

Kisah Ken Arok Berhasil Kalahkan Raja Kertajaya Berkat Kaum Brahmana

Avirista Midaada, Okezone · Senin 17 Januari 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533162 kisah-ken-arok-berhasil-kalahkan-raja-kertajaya-berkat-kaum-brahmana-64eZzVhbzK.jpg Ilustrasi Ken Arok (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kisah Ken Arok yang berhasil menaklukan penguasa Tumapel, Raja Kertajaya menuai banyak pujian. Keberhasilan ini disebut-sebut berkat kedekatan Ken Arok dengan kaum brahmana.

Ken Arok yang dianggap sebagai titisan Dewa Syiwa dianggap mampu mengembalikan ajaran agama yang sempat dinistakan Raja Kertajaya, Kerajaan Kediri.

Ken Arok diketahui dinobatkan sebagai Garuda Kaum Brahmana. Pengalamannya menggulingkan Tunggul Ametung yang juga memiliki sikap arogan layaknya Kertajaya. Dukungan Ken Arok tak hanya datang dari kaum brahmana saja, tapi juga dari keluarga para brahmana.

Dikutip inews.id, dukungan dari kaum brahmana ini diceritakan pada buku ‘Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan’ karya Muhammad Syamsuddin yang kian menguatkan posisi Ken Arok. Bahkan Ken Arok meminta para brahmana dan keluarganya ini menetap di Tumapel dan meninggalkan Daha, ibu kota Kerajaan Kediri.

Baca juga: Kisah Pengakuan sebagai Tuhan, Raja Kertajaya Berkonflik dengan Brahmana

Raja Kertajaya ini juga mengaku sebagai Tuhan dan meminta kaum brahmana menyembahnya. Keputusan ini akhirnya ditentang oleh kaum brahmana dan keluarganya. Alhasil karena pembangkangan inilah Kertajaya sampai memberikan hukuman mati kepada para brahmana.

Kondisi keamanan inilah yang akhirnya membuat kaum brahmana dari Kediri ke Tumapel. Akibat ulah dan sifat rajanya, membuat carut marut Kerajaan Kediri kian tinggi. Keamanan di Kediri mulai terganggu dan tidak stabil.

Baca juga: Cinta Ken Arok Bersemi untuk Ken Dedes di Lokasi Ini, Begini Kondisinya Sekarang

Alhasil kaum brahmana Kediri berpisah untuk menghindari Kerajaan Kediri, sebagian besar dari mereka berbondong-bondong berpolitik ke Ken Arok, dan tinggal di Tumapel.

Singkat cerita kaum brahmana meminta tolong ke Ken Arok yang berhasil menggulingkan pemerintahan Tunggul Ametung, untuk mengembalikan marwah agama. Ken Arok yang kalau itu menjadi penguasa Tumapel bergelar abhiseka Rajasa Sang Amurwabhumi ini menerima kaum brahmana dengan senang hati.

Menurut Ken Arok, dia dan kaum brahmana memiliki hubungan yang kuat. Apalagi masa kecil Ken Arok pernah berguru ke dua brahmana Mahaguru Tantripala dan Lohgawe. Sehingga Ken Arok yang datang dari golongan sudra amat menghargai dan hormat kepada brahmana.

Oleh kaum brahmana dari Kediri dan Tumapel, Ken Arok dianugerahi gelar Batara Guru dan titisan Dewa Syiwa. Ken Arok oleh kaum brahmana dipandang sebagai manifestasi Dewa Syiwa di muka bumi.

Gelar ini dipandang sebagai usaha melegitimasi dan dukungan moral kaum brahmana ke Ken Arok untuk kembali membalikkan marwah agama Hindu. Tentu ini untuk mengalahkan Raja Kertajaya.

Kaum brahmana pun turut melakukan provokasi kepada rakyat agar tak patuh kepada pemimpin yang menistakan agama. Sontak saja karena panggilan agama inilah akhirnya rakyat Kediri turut memberikan perlawanan kepada pemimpinnya sendiri.

Sebab yang memerintahkan hal itu adalah kaum brahmana yang dipandang rakyat sosok suci, mereka pun patuh. Rakyat Kediri akhirnya balik mendukung brahmana dan Ken Arok untuk mengalahkan Raja Kertajaya. Mereka atas seruan kaum brahmana ikut andil terjun ke medan pertempuran untuk melawan pemimpinnya, Kertajaya.

Pasukan pun terkumpul, strategi pun disusun. Hal ini membuat Tumapel memiliki kesiapan sewaktu - waktu untuk menyerbu Kerajaan Kediri. Apalagi sebagian besar rakyat Kediri juga mulai muak dengan ulah sang Raja Kertajaya.

Kabar ini pun akhirnya sampai ke telinga Raja Kertajaya. Hal ini membuat raja terakhir Kerajaan Kediri ini menyiapkan pasukan untuk berperang melawan Tumapel. Kesiapan Tumpeng di bawah komando Ken Arok ternyata lebih tinggi.

Hal ini membuat Kerajaan Kediri yang berperang di Genter kalah. Banyak pasukan Kerajaan Kediri yang tewas, termasuk dua panglima tertinggi Kerajaan Kediri Mahesa Wulungan dan Geber Baleman yang tewas di tangan Ken Arok dan bala tentaranya.

Kediri pun berhasil ditaklukkan Tumapel, secara otomatis wilayah Kediri masuk dalam kekuasaan Tumapel. Seiring perkembangan waktu Tumapel, akhirnya mengubah namanya menjadi Singasari. Dari sinilah akhirnya Kediri menjadi salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Singasari.

Kendati telah takluk, Ken Arok tak membunuh seluruh anggota Kerajaan Kediri yang menyerah. Beberapa anggota Kerajaan Kediri dibiarkan hidup oleh Ken Arok, bahkan diberikan jabatan oleh Ken Arok. Salah satunya adalah anak Kertajaya yakni Jayasabha, yang diangkat sebagai adipati atau bupati di wilayah Kediri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini