Share

Cara BRIN Berantas Hoaks yang Kerap Hadir di Tengah Masyarakat

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Senin 17 Januari 2022 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533146 cara-brin-berantas-hoaks-yang-kerap-hadir-di-tengah-masyarakat-rfCoLCZJsL.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berita hoaks sering kali muncul dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Kini bahkan kehadiran hoaks erat kaitannya dengan informasi hangat yang sedang beredar.

Masyarakat sekarang ini sangat sulit membedakan mana berita hoaks dan mana berita fakta yang sesungguhnya terjadi. Tak jarang pula masih banyak masyarakat yang termakan hoaks, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Menanggapi hal tersebut, menurut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam Spesial Dialog Okezone, mengatakan BRIN sebagai badan riset terus berusaha memerangi berita hoaks dan menyajikan informasi alternatif bagi masyarakat.

"Yang bisa kita lakukan adalah membuat informasi alternatif. Saya yakin kedepan masyarakat bisa memilah secara mandiri bagaimana cara mencari tahu mana yang sebenarnya benar atau tidak," katanya dalam Special Dialogue Okezone.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih aktif bermedia sosial dan mengeluarkan pendapat tanpa pengetahuan ilmiah di media sosial.

Kehadiran internet dan media sosial inilah yang justru telah salah dimanfaatkan oknum tertentu yang hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Hoaks mereka lakukan dengan cara menyebarkan informasi negatif dan tidak benar yang menimbulkan keresahan dan saling mencurigai diantara masyarakat.

"Saya yakin masyarakat kita semakin pintar. Yang terpenting adalah masyarakat bisa menerima, memilah, dan memahami informasi, itulah bagian dari proses literasi iptek," katanya tegas.

Ia juga mengatakan orang yang lebih banyak termakan hoaks justru berasal dari kalangan orang tua. Beda dengan anak-anak. Anak-anak dirasanya jauh lebih cerdas dan tahu cara memilah berita yang baik dan benar.

"Anak-anak justru lebih cerdas dan bisa memilah karena dari awal generasi muda sudah terpapar sedemikian banyak informasi, lautan informasi sehingga dia sudah terbiasa memilah secara alami, saya melihatnya seperti itu,” tutupnya.

Masyakarat tentunya harus sadar bahwa hoaks perlu diberantas dan dihentikan. Masyarakat harus lebih waspada dan cerdas menanggapi berita yang beredar luas di media sosial.

Tak ada salahnya apabila masyarakat mencoba memeriksa ulang apakah berita itu sudah benar atau hanya hoaks belaka. Terutama dengan berita-berita yang sedang hangat.

Banyak sekali oknum yang tidak bertanggung memberikan informasi terkini namun yang diberitakan nyatanya sudah terjadi sangat lampau. Oknum itu mengunggahnya kembali seolah-olah peristiwa yang disebar luaskan tersebut memang sedang terjadi saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini