Share

Ketika Raja Majapahit Berikan Tanah untuk Sunan Gresik, Ternyata Ada Udang di Balik Batu

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Senin 17 Januari 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 337 2533000 ketika-raja-majapahit-berikan-tanah-untuk-sunan-gresik-ternyata-ada-udang-di-balik-batu-57aIvWJ6Ah.jpeg Prabu Brawijaya V dari Majapahit. (Foto: sangpencerah.id)

JAKARTA - Prabu Brawijaya V sedang merenung dalam-dalam. Rupanya ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Sebagai seorang raja besar, nampaknya Prabu Brawijaya V merasa khawatir jika pengaruh Syaikh Maulana Malik Ibrahim atau biasa dikenal dengan Sunan Gresik akan dipergunakan ke wilayah politik.

Tak lama berselang, tiba-tiba nampak cerah wajah Sang Baginda Raja. Rupanya ia telah memperoleh jalan tengah sebagai kompromi yang hendak ditawarkan kepada Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

BACA JUGA: Raja Brawijaya V Masuk Islam Usai Rambutnya Berhasil Dipotong Sunan Kalijaga

"Kalau Tuan Syaikh hendak menjalankan misi dakwah agama Islam, mengapa mesti bingung? Bagaimana kalau Tuan Syaikh berdakwah di daerah Leran sini saja, jika Tuan Syaikh berkenan, saya memberikan hadiah tanah Desa Leran ini kepada Tuan Syaikh sebagai tanda rasa hormat saya terhadap perjuangan Tuan Syaikh," ujar Prabu Brawijaya V.

Perlu diketahui bahwa Desa Leran Gresik ini masih berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Syaikh Maulana Malik Ibrahim belum sempat menjawab, Prabu Brawijaya V menimpali lagi, "Percayalah Tuan Syaikh bahwa masyarakat Gresik dan sekitarnya ini sangat cocok dengan tujuan misi Tuan Syaikh. Rakyat Gresik dan sekitarnya lebih mudah menerima kehadiran agama Islam, oleh karena itu saya mohon kiranya Tuan Syaikh sudi menerima hadiah tanah Leran ini".

BACA JUGA: Kutukan 2 Penasihat Ketika Raja Majapahit Prabu Brawijaya V Masuk Islam

"Terima kasih Tuan Prabu, ternyata Paduka memang memiliki perhatian yang sangat besar dalam misi yang kami emban, yaitu syiar agama Islam," kata Syaikh Maulana Malik Ibrahim menyambut baik atas tawaran Prabu Brawijaya V.

Meski daerah Leran Gresik berada di bawah ke daulatan dan kekuasaan Kerajaan Majapahit yang mayoritas rakyatnya beragama Hindu-Budha, tetap atas perintah Sang Raja kawasan tersebut akan 'diislamisasikan dengan gebrakan yang ditempuh Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

Sejak itu Syaikh Maulana Malik Ibrahim mendirikan pesantren sebagai wahana pengajaran agama Islam kepada masyarakat Gresik dan sekitarnya. Sesuai dengan prediksi Prabu Brawijaya V pengaruhnya memang benar-benar luar biasa. Masyarakat Gresik dan sekitarnya yang semula beragama Hindu-Budha, tetapi setelah datangnya Syaikh Maulana Malik Ibrahim, mereka secara berangsur-angsur mulai berpindah agama Islam.

Seperti yang dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, dalam gebrakan dakwahnya, ternyata Syaikh Maulana Malik Ibrahim memang tidak hanya mengajarkan soal keagamaan saja, Syaikh Maulana Malik Ibrahim juga seorang yang ahli dalam bidang pengobatan dengan memanfaatkan ramuan alamiah dari daun-daunan yang ternyata dapat memberikan kemanfaatan bagi kesembuhan rakyat Gresik dan sekitarnya.

Lama kelamaan rakyat Gresik dan sekitarnya memberikan julukan baru kepada Syaikh Maulana Malik Ibrahim yaitu Sunan Gresik yang kemudian dikenal sebagai seorang Wali Songo.

Setelah rakyat Gresik menjadi muslim di bawah bimbingan Sunan Gresik, tentu mereka tidak ada yang nekat hendak melakukan pemberontakan kepada Prabu Brawijaya V. Jika ada kelompok muslim yang hendak makar terhadap kepemimpinan Prabu Brawijaya V yang notabene seorang Budha, tentu Syaikh Maulana Malik Ibrahim akan melarangnya.

Barangkali itulah yang dikehendaki oleh Prabu Brawijaya V saat memberikan hadiah tanah di Leran Gresik kepada Sunan Gresik yang tentu tidak akan membiarkan kaum muslimin akan melakukan tindakan makar kepada pemerintahan yang sah di Majapahit di bawah kepemimpinan Prabu Brawijaya V.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini