Share

Viral! Kakek Tua Renta Jadi Terdakwa Pembunuhan Sapi

Subhan Sabu, Okezone · Minggu 16 Januari 2022 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 337 2532955 viral-kakek-tua-renta-jadi-terdakwa-pembunuhan-sapi-4cTD73Z8mU.jpg Foto: medsos

MINAHASA - Seorang kakek di Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara menjadi terdakwa karena seekor sapi milik warga Desa tersebut mati kena perangkap yang dipasang di kebun kakek yang diketahui bernama Fentje Kahimpon.

 (Baca juga: Duh! Kakek Dikeroyok Menantu dan Cucu saat Sedang Minum)

Kejadian tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh akun sosial media facebook bernama Berly yang merupakan keponakan dari kakek tersebut.

Dalam postingan tersebut dia menceritakan bahwa kakek Fentje Kahimpon itu adalah om atau pamannya. Kakek Fentje menjadi terdakwa setelah seekor sapi milik warga sekitar mati akibat terkena perangkap yang dipasang di tengah kebun miliknya.

 (Baca juga: Bapak Tua Renta Rela Menunggu Putrinya Setiap Hari di Luar Kantor untuk Makan Siang)

"Kita pe Om (Paman saya) ada pasang torak/perangkap di tengah kobongnya (kebunnya) karena dia pe tanaman dikobongnya (karena tanaman di kebun miliknya) sering dirusak oleh sapi yang lepas," tulis Berly, dikutip Minggu (16/1/2022).

Hal tersebut menurutnya sudah sering terjadi. Dan sudah menjadi kebiasaan di kampung kalau tidak ada orang yang mengaku Sapi siapa yang selalu merusak tanaman maka pemilik kebun akan memasang perangkap untuk melindungi tanamannya.

Dan akhirnya masuklah Sapi milik salah seorang warga ke dalam kebun dan mati karena terkena perangkap. Peristiwa yang terjadi diakhir tahun 2020 itu menurutnya sudah selesai, namun dia dan keluarga mengaku kaget karena masalah tersebut ternyata sudah sampai di pengadilan.

Oleh karena itu, dia meminta kepada Bupati, wakil Bupati, Kapolres, Jaksa, Hakim, Kadis Desa, Anggota DPR, Camat Kakas yang ada di Minahasa untuk melihat pamannya.

"Lia2 akang kasiang pa kita pe Om Fentje (lihat-lihat kasiang paman saya Fentje), agar keadilan ditegakkan padanya. Dia kasiang nyanda mangarti (kasihan tidak mengerti) hukum, dia hanya menjalankan kebiasaan di kampung. Tuhan memberkati torang (Kita) semua," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini