Kepala BNPB Minta Pendataan Dampak Gempa Banten Dimaksimalkan

Dimas Choirul, MNC Media · Sabtu 15 Januari 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 337 2532686 kepala-bnpb-minta-pendataan-dampak-gempa-banten-dimaksimalkan-tp0PjAu5Ma.jpg Kepala BNPB Suharyanto (Foto: BNPB)

PANDEGLANG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak gempa Magnitudo 6,6 di Banten. Ia pun meminta pendataan dampak gempa dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran.

Pendataan tersebut harus dilakukan mulai kerusakan bangunan, jumlah warga terdampak. Kemudian, juga soal kebutuhan dasar warga terdampak dan hal lain agar segera diselesaikan dan dimutakhirkan dengan baik.

“Segera dari pemeritah daerah mohon terus melaksanakan pendataan lebih lanjut. Apakah dari ribuan rumah ini ada yang belum terlaporkan, kemudian adanya yang luka berat luka ringan ini masih ada atau tidak," kata Suharyanto dalam rapat koordinasi percepatan penanganan gempa bumi M6,6 Banten di Pendopo Kantor Bupati Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga:  BNPB Kirim 3 Set Tenda, Selimut dan Makanan untuk Pengungsi Gempa Banten

Ia juga meminta agar posko darurat bencana segera dibentuk. Melalui posko itu, diharapkan seluruh kegiatan terkait penanganan darurat dapat dilakukan dan dievaluasi setiap hari selama masa tanggap darurat.

Di samping itu, Suharyanto menekankan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan darurat. “Terutama segera dirikan posko. Nanti kami akan dampingi terus dari BNPB,” kata Suharyanto.

“Posko saya minta setiap hari melaksanakan kegiatan evaluasi. Tujuan utamanya adalah keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga:  BMKG Ibaratkan Guncangan Gempa M6,7 di Jakarta Terasa Seperi Truk Berlalu

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita menyampaikan bahwa setidaknya ada sekitar 200 warga yang mengungsi akibat terdampak gempa bumi. Namun, Irna memastikan bahwa sebagian besar mereka saat ini telah kembali ke rumah masing-masing.

“Mereka telah kembali ke rumah,” ujar Irna.

Meskipun sebagian besar sudah kembali ke rumah, Kepala BNPB berharap agar pemerintah daerah tetap memastikan kebutuhan dasar warga tersebut dapat terpenuhi. Dia juga menekankan agar seluruh pihak dan jajaran pemerintah Kabupaten Pandeglang menyisir kebutuhan warga lainnya hingga ke tingkat RT dan RW.

“Yakinkan bahwa kebutuhan dasarnya terpenuhi, tolong dicek betul sampai ke RT-RW,” ujarnya.

Adapun menurut laporan Bupati Irna Narulita yang disampaikan kepada Kepala BNPB, ada sebanyak 1.100 rumah rusak yang meliputi 617 unit rusak ringan, 269 unit rusak sedang dan 214 unit rusak berat. Selanjutnya, ada 13 gedung sekolah yang mengalami rusak sedang termasuk 14 fasilitas kesehatan, 3 kantor pemerintahan, 4 tempat ibadah dan 1 tempat usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini