Share

BNPB Kirim 3 Set Tenda, Selimut dan Makanan untuk Pengungsi Gempa Banten

Dimas Choirul, MNC Media · Sabtu 15 Januari 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 337 2532674 bnpb-kirim-3-set-tenda-selimut-dan-makanan-untuk-pengungsi-gempa-banten-GQt3yIEUv0.jpg Kepala BNPB Letjen Suharyanto (Foto: Sindonews)

BANTEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan logistik dan sejumlah peralatan kepada masyarakat terdampak gempa Magnitudo 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di mana, gempa tersebut terjadi pada Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB.

Kepala BNPB Suharyanto yang menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang. "Adapun beberapa dukungan tersebut meliputi tiga set tenda pengungsi, 300 selimut, 5.000 masker KF94, 500 paket perlengkapan keluarga dan permakanan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga:  BMKG Ibaratkan Guncangan Gempa M6,7 di Jakarta Terasa Seperi Truk Berlalu

Suharyanto mengaku telah memerintahkan jajarannya 2 jam pasca terjadinya gempa bumi, untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna kaji cepat dan memberikan pendampingan.

"Instruksi itu, segera ditindak lanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dan Tim Penanganan Darurat beserta Tim Logistik dan Peralatan BNPB," ujar Abdul.

Seperti diketahui, sebanyak 738 unit rumah dilaporkan rusak di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akibat gempa magnitudo 6,6 yang terjadi Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB. Hal itu dipastikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro.

Baca Juga:  Gempa Kembali Guncang Pandeglang Banten, Kali Ini Magnitudo 4,7

Bangunan rumah yang rusak tersebar di 27 kecamatan dan 113 desa. Namun, yang terparah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik. Sedangkan sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang rusak di antaranya gedung sekolah 13 unit, puskesmas 14 unit, kantor desa tiga unit, masjid empat unit dan satu unit tempat usaha.

Menurutnya, data tersebut kemungkinan akan bertambah. Sebab hingga saat ini masih dalam proses pendataan. "Kami hingga kini masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan dan belum mendata jiwa terdampak bencana," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini