Prokes Diperketat Imbas Omicron, Dubes UEA: Warga di Sana Tetap Santai

Kiswondari, Sindonews · Sabtu 15 Januari 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 337 2532647 prokes-diperketat-imbas-omicron-dubes-uea-warga-di-sana-tetap-santai-9RRqXGR4E8.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sejak akhir tahun 2021 lalu, lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sejumlah negara karena varian Omicron yang penularannya 5 kali lebih cepat. Banyak negara juga kembali memperketat kebijakannya, khususnya memperketat pintu masuk negaranya.

Namun, berbeda dengan Dubai, Duta Besar RI untik Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis justru mengatakan bahwa warga Dubai cenderung lebih santai meskipun ada varian Omicron.

"Benar pak, saya lihat begitu Pak masyarakatnya santai-santai saja karena pertama, kalau mereka karena sekarang Ini kebanyakan mereka dimintai isolasi mandiri," kata Husin dalam Polemik Trijaya FM yang bertajuk "Bersiap Hadapi Gelombang Omicron" secara daring, Sabtu (15/1/2022).

Menurit Husin, kebijakan yang berbeda dan lebih ketat diterapkan di Abu Dhabi. Bahkan, orang Dubai yang hendak masuk ke Abu Dhabi sangat dibatasi, khususnya membuktikan tes Covid-19 PCR negatif.

"Kalau orang Dubai ke Abu Dhabi itu diborder pak, dites PCR nya pakai alat-alat, pakai HP untuk mengetahui dia tidak reaktif," terangnya.

Husin menjelaskan, banyak kebijakan yang dilakukan secara ketat untuk Abu Dhabi tapi di Dubai lebih longgar. Memang di Dibai masih wajib mengenakan masker dan menjaga jarak, tapi memang aturannya lebih longgar sehingga tempat umum seperti misalnya restoran ramai orang.

"Misalnya saya kemarin ke Dubai lebih longgar pak, artinya pakai masker Iya tapi tempat makan cukup ramai lah. Jadi kalau bapak ke Abu Dhabi juga lebih ketat lah," terang Husin.

Dia menguraikan, aturan ketat di Abu Dhabi di antaranya, bagi pegawai negeri dibolehkan masuk kerja kalau sudah vaksin booster dan setiap minggu harus tes PCR.

Untuk mobilitas, sambung dia, warga yang memiliki KTP UAE menuju Indonesia agak sedikit karena harus karantina. Tapi karena Dubai dijadikan sebagai tempat transit, banyak yang transit dari Amerika, Eropa, Saudi Arabia dan Turki, semua transit lewat Dubai.

"Itu yang bahaya pak. Kalau dari lokal sendiri agak sedikit pak, karena susah mereka karena harus karantina 10 hari itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini