Daftar 6 OTT KPK dengan Nominal Korupsi Terbesar

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 15 Januari 2022 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 337 2532561 daftar-7-ott-kpk-dengan-nominal-korupsi-terbesar-XVgMHqFSJa.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

Tonny diamankan di kediamannya, Mess Perwira Dirjen Hubla, Jakarta Pusat, bersama barang bukti uang dengan total Rp20,74 miliar. Dalam persidangan, Tonny dinilai hakim menerima suap sejumlah Rp2,3 miliar dan gratifikasi sekitar Rp20 miliar.

4. Neneng Hassanah Yasin

Pada 15 Oktober 2018, Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin terjaring OTT KPK. Selain Neneng, KPK juga mengamankan empat pejabat dinas, dua konsultan dan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro. Bersama sejumlah kepala dinas, Neneng diduga dijanjikan menerima suap senilai Rp13 miliar terkait perizinan pembangunan proyek Meikarta di Cikarang. Neneng terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp10,630 miliar dan 90 ribu dolar Singapura.

5. Damayanti Wisnu Putranti

Pada 31 Januari 2016, politikus PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti terjerat OTT KPK. Damayanti yang juga anggota Komisi V DPR saat itu diciduk karena diduga menerima suap dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir. Ia didakwa menerima suap sejumlah Rp8,1 miliar. Suap diterima tiga kali, masing-masing 328 ribu dolar Singapura, Rp 1 miliar dalam mata uang dolar Amerika Serikat, dan 404 ribu dolar Singapura.

6. OK Arya Zulkarnaen

Pada 13 September 2017, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen ditangkap dalam OTT yang digelar KPK. Ia diduga terlibat kasus suap dalam pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara tahun 2017. Hakim menyatakan OK Arya Zulkarnaen bersalah karena menerima gratifikasi sebesar Rp8 miliar. Uang itu diperolehnya dari Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang dan sejumlah rekanan lainnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini