Share

Kisah Putra Hoegeng Marah hingga Gunting Kuas Lukis Milik Ayahnya

Fay Cilla, Okezone · Sabtu 15 Januari 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 337 2532254 kisah-putra-hoegeng-marah-hingga-gunting-kuas-lukis-milik-ayahnya-JNLYitUkYk.jpg Hoegeng. (Ist)

HOEGENG salah satu tokoh yang terkenal dengan komitmennya untuk selalu menjadi orang yang jujur, disiplin, dan sederhana. Komitmennya ini yang menurut Hoegeng membawanya mendapatkan jabatan selama jenjang karirnya.

Tak hanya terkenal sebagai Kapolri ke-5, Hoegeng sempat menjabat sebagai Kepala Imigrasi dan Mentri Iuran Negara. Ia memiliki 3 orang anak dengan istrinya, Reni.

Komitmennya dalam melaksanakan kewajiban dan sifatnya sehari-hari ia terapkan didalam keluarga kecilnya itu. Termasuk kepada putra satu-satunya, Aditya atau yang akrab dipanggil Didit.

Ada cerita di balik keakraban antara Didit dengan ayahnya Hoegeng. Salah satunya saat Didit diam-diam daftar ke Angkatan Udara di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Saat itu dia mendaftar sebagai taruna.

Sayangnya saat itu Hoegeng tidak memberikan surat izin untuk melanjutkan pendidikan Didit ke Magelang, karena Hoegeng menganggap itu terlalu muda apalagi saat itu dirinya masih menjabat sebagai Kapolri. Ia juga tidak menyetujui jika Didit menjadi taruna. Dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri,

“Tidak menjadi Polisi kan? Biar bapakmu saja yang menjadi Polisi. Hanya ada satu Hoegeng di Kepolisian. Tak Boleh ada dua Hoegeng,” ucap Hoegeng.

Baca Juga : Cara Hoegeng Didik Anaknya: Tak Pernah Berikan Uang Jajan sejak SMP hingga Izinkan Jualan Koran

Setelah Hoegeng mengulur beberapa hari atas surat izin Didit untuk pergi ke Magelang, Hoegeng menyuruh Didit untuk mengecek tempat pendaftaran, sampai sana Didit mendapati kecewa karena tempat pendaftaran sudah tutup dan ia tidak bisa mendaftar lanjut sebagai taruna.

Didit yang kecewa pada saat itu sangat marah kepada ayahnya. Saking marahnya kepada ayahnya, Didit melampiaskannya dengan menggunting semua ujung kuas milik Hoegeng sehingga tak bisa digunakan lagi. Hoegeng pun menjelaskan kenapa ia tak memberikan surat izin tersebut. Dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri,

“Meskipun itu surat izin orang tua, tetapi itu akan menjadi sebuah kemudahan untuk menjadi taruna.” ucap Hoegeng

Mendengar ucapan ayahnya, Didit pun menerima. Ia juga menyesal karena sudah membuat ayahnya marah dengan cara menggunting seluruh ujung kuas lukisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini