Share

Kloter Pertama Haji Diperkirakan Berangkat pada 5 Juni 2022

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 14 Januari 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 337 2532186 kloter-pertama-haji-diperkirakan-berangkat-pada-5-juni-2022-nHH6fpye6h.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid memperkirakan pemberangkatan jamaah haji 1443/2022M kloter pertama pada tanggal 5 Juni 2022. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Kamis 13 Januari 2022.

"Sesuai dengan kalender hijriah dan berdasarkan asumsi normal perkiraan jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 1443H/2022M (kloter pertama) akan diberangkatkan pada tanggal 4 Dzulqa'dah atau tanggal 5 Juni 2022," ujarnya.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah keberangkatan kloter pertama dapat dilakukan. Pasalnya sejak Menag Yaqut melakukan koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi yaitu Menteri urusan Islam dakwah dan penyuluhan dr. Abdullatif Al syeikh, Gubernur Mekah pangeran Khalid bin al Faisal dan Menteri Haji dan umrah dr.Tawfiq bin Fauzan Al rabeah pada bulan November 2021 lalu, pemerintah Arab Saudi belum membicarakan hal tersebut.

"Hasil dari koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa sampai dengan saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaran ibadah haji pada tahun 1443H/2022M, belum dapat diperoleh,"ujar dia.

Baca Juga : Kemenag Putuskan Penerbangan Haji 2022 Tanpa Social Distancing

Zainut menyampaikan walaupun begitu pemerintah terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M. Mulai dari menyusun beberapa skenario penyelenggaraan ibadah haji dimana pemerintah melakukan mitigasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M dengan dua opsi yaitu kuota penuh kuota terbatas dan tidak memberangkatkan jemaah haji.

"Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama kuota penuh. Sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya,"ucapnya.

Selanjutnya, jamaah haji 1443H/2022M yang diberangkatkan adalah jemaah haji yang berhak berangkat tahun 1441H/2020M, yang telah melunasi bipih maupun yang belum sempat melunasi bipih serta tidak melakukan pembatalan hajinya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selain itu, pemerintah tidak melakukan social distancing dalam penerbangan haji tahun 1443/2022 namun dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Zainut mengatakan hal ini atas pertimbangan bahwa seluruh jemaah haji telah mendapatkan vaksinasi covid 19 dan dilakukan PCR sebelum berangkat, sebelum kepulangan dan Setelah tiba di tanah air. Serta pelaksanaan karantina sebelum pemberangkatan dan setelah kepulangan.

"Kebijakan tidak menetapkan social distancing dalam penerbangan haji diambil dengan pertimbangan bahwa dari pengalaman pada pelaksanaan ibadah umrah penerbangan tidak menerapkan social distancing," ujar dia.

"Keputusan ini diambil dengan alasan seluruh penumpang sudah dilakukan vaksinasi swab dan karantina. Serta dalam rangka efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji mengingat begitu besarnya biaya yang harus ditanggung jemaah haji jika kebijakan social distancing diterapkan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini