7 Hal yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Bepergian ke Luar Negeri saat Badai Omicron

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 14 Januari 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 337 2532176 7-hal-yang-harus-diperhatikan-jika-ingin-bepergian-ke-luar-negeri-saat-badai-omicron-y4CcmUvPcU.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada 7 hal yang harus diperhatikan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ditengah lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Pertama, penjelasan komunikasi risiko yang baik, jelas, transparan, berdasar data, tentang risiko bahaya tertular penyakit.

"Kedua, terus menjelaskan ke publik tentang situasi Omicron di dunia, hari per hari, termasuk perkembangan di kota-kota negara di LN, misalnya seperti informasi yang selalu disampaikan CDC USA ke warga negara Amerika Serikat, dengan berbagai level kewaspadaan dan persiapan yang perlu dilakukan," kata Tjandra dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Ketiga, semua WNI yang terpaksa harus di luar negeri sekarang ini maka semua harus selalu dalam pengawasan KBRI/KJRI setempat.

"Keempat, kalau ada yang sakit di LN maka bukan hanya harus ditangani di sana tetapi juga di informasikan ke Indonesia untuk antisipasinya," ujarnya.

Tjandra mengatakan bahwa pengawasan kesehatan di pesawat terbang yang akan keluar dari Indonesia harus dalam kendali Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kita, sesuai mekanisme dalam International Health Regulation (IHR - 2005).

Keenam kalau WNI datang dari LN maka tentu harus ikuti prosedur karantina kesehatan diantaranya;

- Data kesehatan perjalanan lengkap.

- PCR di awal dan akhir masa karantina.

- Menjalani karantina sesuai aturan.

- Kalau PCR positif maka dilakukan isolasi dan penanganan pasien.

Ketujuh, sesudah selesai masa karantina dan isolasi maka informasi yang bersangkutan diberikan ke Puskesmas setempat, agar tetap dalam pengawasan walaupun sudah melakukan aktifitas di masyarakat.

Sebelumnya, Kamis 13 Januari akumulasi kasus positif Covid-19 4.268.890 Kemudian, angka kumulatif sembuh 4.117.347 dan angka kumulatif kematian 144.155.

Sementara itu, pada Rabu 12 Januari akumulasi kasus positif Covid-19 4.267.451 Kemudian, angka kumulatif sembuh 4.116.648 dan angka kumulatif kematian 144.144.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini