Deretan Kisah Ibu Hamil Ditandu karena Jalan Rusak, Nomor 2 Bikin Mewek

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 14 Januari 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 337 2531663 deretan-kisah-ibu-hamil-ditandu-karena-jalan-rusak-nomor-2-bikin-mewek-uqLYeZ21iz.jpg Ibu hamil Ditandu akibat jalan rusak (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Banyak rintangan yang dilalui seorang ibu untuk dapat melahirkan buah hatinya ke dunia. Perjuangan yang mereka kerahkan bukan saja saat melahirkan, namun juga dalam perjalanan menuju tempat persalinan.

Kondisi jalan yang rusak, yang umum ditemui di desa dan wilayah pelosok Tanah Air, menjadi salah satu kendala yang menyulitkan ibu hamil yang hendak melakukan persalinan. Beberapa kasus bahkan mengharuskan para ibu tersebut ditandu agar dapat sampai di tempat persalinan tepat waktu.

Melansir berbagai sumber, berikut sederet kisah ibu hamil yang ditandu menuju tempat persalinan akibat jalan rusak.

Baca juga: Wanita Hamil Ini Pendarahan dan Keguguran di Luar RS karena Kelamaan Menunggu Tes Covid-19, Tuai Kemarahan Warganet

1. Desa Leuwibalang, Banten

Seorang wanita yang sedang hamil dan hendak melahirkan harus ditandu warga melewati jalan yang rusak sejauh 3 kilometer, pada Rabu (12/1/2022). Wanita berinisial K (18) ini harus ditandu karena jalan masuk menuju desa tempat tinggalnya di Kampung Ciluluk, Desa Leuwialang, Kecamatan Pandeglang, Banten rusak parah. Selama puluhan tahun, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Setelah ditandu, barulah K dapat naik ke ambulans yang akan membawanya ke Puskesmas terdekat untuk melahirkan anaknya.

Baca juga: Heboh! Siswi SMP Ketapang Melahirkan di Toilet Sekolah, Kadisdik: Tak Terpantau saat Sekolah Daring

2. Desa Sindangresmi, Banten

E (39) harus kehilangan dua bayi kembarnya usai melahirkan, pada Sabtu (1/5/2021). Peristiwa ini terjadi di Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Untuk dapat pergi ke Puskesmas guna membantu persalinannya, E harus ditandu oleh warga karena akses jalan masuk desa yang rusak parah.

Nahas, ketika ditandu menggunakan sarung dan bilah kayu, ia sempat terjatuh. Sambil menahan sakit pada bagian perut, E masih harus menempuh perjalanan menggunakan ambulans untuk sampai ke Puskesmas yang dituju. Ia melahirkan kedua bayinya secara prematur di Puskesmas. Namun, satu bayi meninggal dunia saat masih dalam kandungan, sementara bayi lainnya hanya mampu bertahan selama enam menit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Aksi Heroik Petugas Evakuasi Ibu Melahirkan Lewati Tangga Sempit

3. Desa Huku Kecil, Maluku

Warga Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, harus membawa seorang ibu hamil yang akan melahirkan. Wanita berinisial YL (40) itu akan melahirkan bayinya di fasilitas kesehatan terdekat dari desa tersebut, Puskesmas Elpaputih. Namun, untuk mencapai lokasi, ia harus ditandu sejauh 37 kilometer sebelum dapat mencapai Puskesmas.

Setelah melahirkan bayinya pada Jumat (20/8/2021), YL sempat mengalami syok karena kondisinya yang tidak stabil. Desa tempatnya tinggal tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga ia terpaksa ditandu melewati hutan lebat, hingga bukit batu dan lumpur untuk mendapat perawatan yang layak.

Baca juga: Wanita Ini Melahirkan di Pesawat, Air Ketubannya Pecah di Ketinggian 30.000 Kaki

4. Desa Kutawaringin, Jawa Barat

Ibu hamil berinisial RSS (23) harus ditandu warga menuju fasilitas kesehatan terdekat ketika akan menjalani proses persalinan, pada Kamis (9/12/2021). Ia merupakan warga Dusun Pugag, Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan.

RSS terpaksa ditandu menggunakan sarung yang diikatkan pada dua batang bambu sejauh 3 kilometer untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas dengan menggunakan mobil milik warga.

Baca juga: Viral! Usai Melahirkan, Wanita Ini Ditandu Pulang Lantaran Jalan Rusak Parah

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini