Pengacara Maskur Husain Divonis 9 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Pengurusan Perkara

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 12 Januari 2022 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2531135 pengacara-maskur-husain-divonis-9-tahun-penjara-terkait-kasus-suap-pengurusan-perkara-Xv6tFWXyTJ.jpg Pengacara Maskur Husain divonis 9 tahun penjara terkait kasus suap pengurusan perkara di KPK. (Foto : Sindo)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada pengacara Maskur Husain. Maskur juga dikenakan denda pidana sebesar Rp500 juta.

Maskur dinyatakan bersalah karena bersama-sama dengan eks penyidik KPK Stepanus Robin menerima suap senilai Rp11,538 miliar dari sejumlah orang untuk mengamankan perkara di KPK. Salah satunya suap dari mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar Ketua Majelis Hakim Djuyamto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).

Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti atas kejahatannya sebesar Rp8.702.500.000 dan US$36 ribu. Uang tersebut mesti diganti paling lambat satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

"Jika terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama tiga tahun," kata Hakim.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Maskur dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Hakim menjelaskan, dalam memutus vonis Maskur, ada beberapa hal pertimbangan hakim yang meringankan dan memberatkan. Hal yang memberatkan perbuatan Maskur sebagai aparatur hukum merusak tatanan penyelenggaraan negara yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca Juga : Terima Suap Rp11 Miliar, Eks Penyidik KPK Stepanus Divonis 11 Tahun Penjara

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi," kata Hakim.

Sementara hal yang meringankan, Maskur belum pernah dihukum, sopan, serta masih mempunyai tanggungan keluarga.

Maskur terbukti melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini