Deretan Kasus Penemuan Mayat yang Disimpan, Nomor 2 Bikin Heboh

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 12 Januari 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2531100 deretan-kasus-penemuan-mayat-yang-disimpan-nomor-2-bikin-heboh-HY1RLRDJSM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pada 9 Januari 2022, jenazah seorang siswi di Pemalang, Jawa Tengah ditemukan oleh warga diawetkan di dalam rumah. Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa kasus Ada beragam alasan tidak menguburkan orang yang sudah meninggal. Salah satu alasannya mendapat bisikan gaib kalau jenazah tersebut dapat hidup lagi. Berikut deretan kasusnya.

1. Pemalang, Januari 2022

Jenazah seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial SAR ditemukan oleh warga diawetkan di dalam rumah di Dukuh Sukatapa, Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Diketahui, jenazah tersebut disimpan oleh pihak keluarga selama 2,5 bulan.

Penemuan jenazah ini berawal dari laporan warga yang curiga karena SAR tidak pernah terlihat setelah sakit. Ketika dilakukan pemeriksaan, jenazah SAR ditemukan di salah satu ruangan rumah.

Baca juga: Suami Nekat Simpan Jenazah Istrinya di Dalam Kosan karena Tak Punya Uang

Pihak kepolisian melalui tokoh agama kemudian meminta agar pihak keluarga mau menguburkan SAR. Semula keluarga bersikukuh untuk tetap menyimpan jenazah SAR. Mereka berharap, dengan tidak dikubur, SAR dapat hidup kembali. Namun setelah dibujuk, pihak keluarga akhirnya bersedia menguburkan SAR.

2. Temanggung, Mei 2021

Korban berinisial ALH dibunuh oleh kedua orang tuanya yang dibantu oleh seorang dukun dan asistennya. Jenazah ALH yang berusia 7 tahun ini lalu disimpan di kamar selama empat bulan. Penemuan jenazah tersebut menggegerkan warga Dusun Paponan, Desa Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meroket, Jerman Simpan Jenazah Pasien di Kontainer

ALH dianggap sebagai keturunan genderuwo oleh seorang dukun berinisial H. Kedua orang tua ALH pun mempercayainya. H mengatakan kepada kedua orang tua ALH agar anaknya itu bisa sembuh harus dibersihkan melalui ritual mistis. H menyuruh asistennya, B, dan kedua orang tua korban untuk menenggelamkan ALH ke dalam bak mandi hingga tidak sadarkan diri. Korban pun akhirnya meninggal dunia.

H meyakinkan kedua orang tua korban bahwa anaknya itu akan hidup kembali dan tidak nakal. ALH yang sudah meninggal dunia itu dirawat seperti orang pada umumnya selama empat bulan. Polres Temanggung telah menetapkan empat tersangka terkait kasus tewasnya ALH, yaitu kedua orang tua korban, dukun, serta asisten dukun.

Baca juga: Ritual Usir Genderuwo Akibatkan Anak Tewas, Orangtua hingga Dukun Ditetapkan Tersangka

3. Kutai Barat, Agustus 2020

Seorang pria berinisial N, warga Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur menyimpan jenazah istrinya, K, di dalam tandon air. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, N mengatakan bahwa istrinya berpesan tidak ingin berpisah dari sang suami dan anak. Karena itu, N memilih menyimpan jenazah K di tandon air daripada dimakamkan.

Pengungkapan kasus jenazah dalam tandon air ini berawal atas adanya laporan polisi pada 14 Agustus 2020. Saat itu, salah satu pihak melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya berinisial K. Atas laporan tersebut, polisi pun mendatangi rumah korban dan memeriksa N. Menurut pengakuan N, istrinya itu sudah meninggal sejak 9 Agustus 2020. Berdasarkan hasil autopsi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca juga: Mayat Anak Disimpan 4 Bulan untuk Usir Genderuwo, Kriminolog: Dukunnya Kebablasan

4. Cimahi, Januari 2018

Penemuan dua kerangka manusia di Gang Nusa Indah 6, RT 07/RW 17, Cimahi Selatan pada 30 Januari 2018 menggegerkan warga. Diduga telah lama disimpan di dalam rumah, jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu sudah menjadi kerangka.

Jenazah pertama adalah seorang laki-laki berinisial NS (85) yang meninggal dunia sejak Desember 2017. Sedangkan jenazah lainnya, HSH (50), meninggal pada 2016. Kedua jenazah tersebut merupakan suami dan anak dari pemilik rumah, NK.

Kerangka manusia ini ditemukan pertama kali oleh tim medis Puskesmas Melong. Tim medis saat itu menyambangi rumah kediaman NK untuk mendata anggota keluarga. Namun NK sempat menolak tim medis puskesmas masuk ke rumah dengan alasan anggota keluarganya ada yang sakit. NK menyimpan jenazah suami dan anaknya karena mendengar bisikan gaib kalau keduanya akan bangkit kembali.

Baca juga: Ritual Usir Genderuwo, Orangtua yang Simpan Jasad Anaknya 4 Bulan Diamankan Polisi

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini