Filosofi dan Tuah Keris Kyai Sangkelat

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2531036 filosofi-dan-tuah-keris-kyai-sangkelat-5TBLRff8lT.jpg Ilustrasi keris: wordpress

JAKARTA - Keris Kyai Sangkelat adalah keris dengan liuk 13 yang terkenal di kalangan pencinta Tosan Aji. Keris ini diketahui mirip dengan Keris Parungsari karena jumlah liuk serta ricikannya sama.

(Baca juga: 4 Keris Pusaka Ini Mempunyai Kekuatan Magis, Nomor 1 Ada Kutukan di Dalamnya)

Dilansir dari beragam sumber, Rabu (12/1/2022) Keris Kyai Sangkelat dibuat di zaman kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Kertabumi, oleh Mpu Supo Mandrangi atas perintah Sunan Kalijaga.

Keris Kyai Sangkelat juga dikenal atas kesaktian mandragunanya, sehingga banyak Mpu-Mpu lain yang mengagumi serta ingin memiliki keris sakti ini.

Nama Sangkelat sendiri berasal dari bahasa jawa, yaitu singkatan dari "sengkel atine", yang artinya marah atau kesal. Hal ini sesuai dengan keadaan Kerajaan Majapahit saat itu.

Kerajaan Majapahit saat itu sedang dalam berada di kondisi kelam akibat ketidakpuasan mereka terhadap kepemimpinan pemerintahan yang kerap mengutamakan kaum pengusaha dibading rakyat jelata.

Keris Kyai Sangkelat pernah berhadapan dengan Keris Nogo Sosro dan Keris Sabuk Inten. Pertarungan ini melambangkan kondisi Kerajaan Majapahit kala itu.

Keris Nogo Sosro dan Keris Sabuk Inten merepresentasikan kaum pengusaha, sementara Keris Kyai Sangkelat mewakili kaum jelata.

Keris Kyai Sangkelat sendiri memang diciptakan untuk menandingi kesaktian Keris Nogo Sosro dan Keris Sabuk Inten. Keris ini menjadi amat dicintai di kalangan Mpu-Mpu.

Konon, barang siapa yang memiliki Keris Kyai Sangkelat, dirinya akan mendapat kewibawaan dan kehormatan, serta akan disegani dan dihormati oleh orang-orang.

Orang-orang akan tunduk dan patuh terhadap pemilik Keris Kyai Sangkelat. Ini membuat keris tersebut banyak diincar orang, sampai-sampai tiruannya banyak dijual di pasar dengan harga mahal.

Padahal, tujuan awal pembuatan Keris Kyai Sangkelat adalah untuk mengingatkan pejabat agar mereka tidak mementingkan diri sendiri dan mengutamakan rakyatnya.

Seperti pada singkatan "sengkel atine", Keris Kyai Sangkelat melambangkan kesedihan dan kekecewaan rakyat jelata terhadap kaum-kaum ningrat.

Jangan sampai orang-orang ini merasa "sengkel atine" dengan pejabat dan pengusaha karena dianggap menelantarkan mereka. Dan jangan sampai mereka melakukan perlawanan terhadap kaum-kaum tersebut.

Itulah alasan mengapa Keris Kyai Sangkelat langsung diserahkan kepada Prabu Kertabumi, agar sang raja memahami perasaan masyarakatnya di kala itu.

Tidak hanya itu, liuk 13 dalam keris ini juga melambangkan kepemimpinan. Angka 13 dilambangkan dalam adat Jawa sebagai angka yang sudah "sepuh" atau dewasa.

Angka 13 juga memiliki makna lain. Angka 1 dalam 13 memiliki maksud sebagai "esa" atau tunggal, sementara angka 3 bermakna sebagai kesekmbangan hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini