TNI AL Tangkap 3 Kapal Berbendera Vietnam Curi Ikan di Laut Natuna

Riezky Maulana, iNews · Rabu 12 Januari 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2530995 tni-al-tangkap-3-kapal-berbendera-vietnam-curi-ikan-di-laut-natuna-iUplTC6iNm.jpg TNI AL tangkap kapal asing pencuri ikan di laut Natuna. (Foto: TNI AL)

JAKARTA - Dua Kapal Kerang Republik Indonesia (KRI) berhasil menangkap Kapal Penangkap Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Senin 10 Januari 2022. Keduanya yakni KRI Tjiptadi-381 dan KRI Tuanku Imam Bonjol-383 yang merupakan BKO Gugus Tempur Laut Koarmada I.

Komandan KRI Tjiptadi (TPD)-381, Letkol Laut (P) Irwan mengatakan, penangkapan ini bermula ketika KRI yang dipimpinnya tengah menggelar operasi penegakan kedaulatan dan hukum di laut Natuna Utara.

Pihaknya mendeteksi kontak radar yang kemudian didekati secara visual teridentifikasi sebagai kapal penangkap ikan asing. Mereka sedang menangkap ikan menggunakan pukat tarik.

"Tanggal 10 Januari pukul 22.05 WIB, posisi 43 NM barat Laut Pulau Laut, kami mendeteksi kontak tanpa lampu, kemudian kami dekati dan teridentifikasi sebagai sebuah kapal penangkap ikan Vietnam. Selanjutnya dilakukan prosedur pengejaran penangkapan dan penyelidikan," beberapa Irwan dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022).

Dalam penangkapan, diketahui kapal tersebut berisi 12 Anak Buah Kapal (ABK) dan 1 nahkoda. Seluruhnya langsung digiring ke Dermaga Sabang Mawang Lanal Ranai.

Baca juga: Temuan Benda Mirip Tank di Natuna, KSAL: Itu Tongkang

Sementara itu, KRI Tuanku Imam Bonjol-383 juga berhasil menangkap dua kapal ikan asing berbendera Vietnam. Mereka diduga melakukan penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEEI Laut Natuna Utara.

Mereka mendapati kontak radar pada posisi 05 01 00 U – 107 42 25 T atau 23 NM Barat Laut Pulau Laut. Saat berhasil mendekat, akhirnya teridentifikasi secara visual dua buah kapal ikan asing bergandengan sedang menangkap ikan.

"Selanjutnya dilaksanakan prosedur Jarkaplid,” ungkap Komandan KRI IBL-383 Letkol Laut (P) Ivan Halim.

"Dari pemeriksaan awal ditemukan bukti-bukti bahwa dua kapal ikan itu memiliki tanda selar BTH 2121 TS dan BTH 2122 TS menangkap ikan secara illegal di perairan ZEEI, Laut Natuna Utara. Diawaki masing-masing 4 orang dan 10 orang termasuk Nakhoda dan KKM," Imbuhnya.

Dari ketiga kapal itu, berhasil ditemukan muatan ikan campur kurang dari 1 ton. Adapun muatan diduga telah dipindahkan ke kapal pengepul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini