Berkas Dakwaan Rampung, Tiga Tersangka Korupsi Proyek Bengkalis Segera Diadili

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 12 Januari 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2530922 berkas-dakwaan-rampung-tiga-tersangka-korupsi-proyek-bengkalis-segera-diadili-DKtKf8D5mh.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas dakwaan tiga tersangka dugaan kasus korupsi proyek pembangunan jalan lingkar pulau Bengkalis (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013 sampai dengan 2015.

Ketiga tersangka itu yakni Project Manager PT WIKA, Didiet Hadianto, Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan seorang kontraktor Firjan Taufa.

"Tim Jaksa (11/1) telah melimpahkan berkas perkara berikut surat dakwaan untuk Terdakwa Didiet Hadianto dkk ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022).

Ali mengatakan penahanan ketiga tersangka itupun beralih menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor. Namun untuk tempat penahanan saat ini masih tetap dititipkan pada Rutan KPK.

Untuk Didiet Hadianto bakal di tahan di Rutan KPK gedung Merah Putih, Firjan Taufa bakal ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur dan Tirta Adhi Kazmi bakal ditahan diRutan KPK Kavling C1.

"Tim Jaksa berikutnya menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan," kata Ali.

Para Terdakwa akan didakwa dengan dakwaan Primair yakni Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, KPK telah menetapkan sepuluh orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi empat proyek jalan di Kabupaten Bengkalis. Kesepuluh orang itu, yaitu M Nasir (MNS) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kemudian, delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

Perkara ini bermula saat 2013 digelar tender terhadap enam proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis dengan nilai total proyek sebesar Rp2,5 triliun. Proyek tersebut di antaranya, peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dan proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

Selanjutnya, proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil; proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis; proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri; dan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Kesepuluh tersangka itu diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait empat proyek ini. Mereka di antaranya melakukan pengaturan tender, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan yang kualitasnya jauh dari yang dipersyaratkan.

Atas perbuatannya, 10 tersangka itu dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini