Vaksinasi Booster dan Hal yang Perlu Diperhatikan Penerimanya

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 12 Januari 2022 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 337 2530826 vaksinasi-booster-dan-hal-yang-perlu-diperhatikan-penerimanya-EOp5sRS6Vb.jpg Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Vaksinasi booster Covid-19 dimulai pada hari ini, Rabu (12/1/2022). Sebelumnya hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, saat ini diberlakukan bagi masyarakat luas.

Vaksinasi booster yang dimulai hari ini akan diprioritaskan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan. Vaksinasi booster akan diberikan secara gratis.

“Presiden sudah mengumumkan bahwa vaksin booster akan diberikan secara gratis kepada masyarakat dengan prioritas lansia dan kelompok rentan lainnya,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dikutip dari siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (12/1/2021).

Baca Juga:  Covid-19 Bakal Melonjak Tinggi, Menkes: Kita Harus Waspada, tapi Tak Perlu Panik

Dia mengatakan syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk calon penerima vaksin dosis ketiga ini adalah sudah menerima vaksin dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya. “Mohon kepada seluruh masyarakat di wilayah kabupaten kota yang menjadi daerah prioritas vaksinasi booster dan memenuhi persyaratan tersebut untuk mendatangi sentra vaksinasi terdekat,” ujarnya.

Wiku mengatakan, upaya vaksinasi lanjutan ini dapat dilakukan dengan jenis vaksin yang sama (homolog) atau dengan jenis vaksin yang berbeda dari yang disuntikkan sebelumnya (heterolog). Dia pun memaparkan jenis-jenis vaksin yang homolog dan heterolog.

“Hasil kajian dari Badan POM sendiri menghasilkan keputusan berupa penerbitan EUA kepada kelima jenis vaksin yang digunakan untuk booster yaitu karena Coronavac, Pfizer, Astrazeneca, yang akan disuntikkan secara homolog. Moderna yang disuntikkan secara homolog maupun heterolog. Dan Zifivax secara heterolog,” pungkasnya.

Baca Juga: Luhut Yakin Peningkatan Kasus Covid-19 Indonesia Tak Akan Setinggi Negara Lain

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini