Share

Komitmen Selamatkan Garuda, Erick Thohir: Ada Indikasi Korupsi dengan Merek yang Berbeda

Irfan Ma'ruf, iNews · Selasa 11 Januari 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 337 2530644 komitmen-selamatkan-garuda-erick-thohir-ada-indikasi-korupsi-dengan-merek-yang-berbeda-FVaC2raWH4.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen menyelamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari sejumlah permasalahan agar dapat terus mengudara di Nusantara. Komitmen Erick menghasilkan kerja nyata langkah-langkah penyelamatan Garuda Indonesia hingga hari ini.

(Baca juga: Erick Thohir Laporkan Eks Dirut Garuda Indonesia Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat ATR-72-600)

Erick menyambangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyerahkan bukti-bukti indikasi kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyewaaan pesawat berjenis ATR 72-600.

"Memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasingnya, itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," ujar Erick di depan Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

(Baca juga: Erick Thohir Laporkan Kasus Garuda Indonesia di Kejagung)

Kedatangan Erick ke Kejagung tersebut tentu disertai dengan dukungan dan barang bukti yang kuat. Alat bukti berupa hasil audit yang dilakukan oleh Kementerian BUMN bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam rangka upaya menyelamatkan Garuda Indonesia."Ini yang tentu juga kami serahkan bukti-bukti audit investigasi, bukan tuduhan," tutup Erick.

Seperti diketahui permasalahan yang terjadi di tubuh Garuda Indonesia begitu kompleks. Mulai dari kasus suap pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus SAS serta Rolls-Royce PLC yang melibatkan mantan Direktur Utama Emirsyah Satar. Dugaan penyuapan dan korupsi di Bombardier, perusahaan produsen pesawat dan kereta yang berbasis di Kanada, dimana Garuda sebagai pihak pembeli.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Selain itu, kontrak dengan lessor (perusahaan penyewa pesawat) dan aircraft rental cost perusahaan yang mencapai 24,7% dari pendapatan perusahaan, empat kali lipat lebih tinggi dibanding dengan maskapai lainnya. Karena ini, Garuda Indonesia terus mengalami kerugian. Di tambah lagi jumlah konsumen pemakai maskapai penerbangan menurun drastis akibat pandemi Covid-19.

Erick juga telah membuat langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan Garuda dari kerugian dan utang yang menumpuk. Selain merombak beberapa jajaran direksinya, Erick juga terus menegosiasi ulang dengan perusahaan yang menyewakan pesawat, memfokuskan rute penerbangan domestik, menutup rute penerbangan yang tak menguntungkan, serta melakukan efisiensi dalam operasional.

Seperti memulangkan lebih cepat 12 pesawat jenis Bombardier CRJ1000 kepada pihak leasing, meskipun kontrak sewa pesawat hingga 2027. Keputusan tersebut diambil setelah melihat hasil pengusutan KPK dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris, terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini