Share

Siti Manggopoh, Singa Betina dari Minangkabau yang Bikin Pasukan Belanja Kecut

Tim Okezone, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 337 2530531 siti-manggopoh-singa-betina-dari-minangkabau-yang-bikin-pasukan-belanja-kecut-fGSwijMrBB.jfif Siti Manggopoh. (Ist)

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan sosok pahlawan perempuan kerap terlupakan di Indonesia.

"Kita ini merdeka karena ada yang memerdekakan itu. Sampai sekarang kaum perempuan selalu terlupakan dan selalu konco wingking. Padahal selalu banyak pahlawan perempuan juga," kata Megawati dalam acara HUT PDI Perjuangan ke-49, Senin, 10 Januari 2022.

Dia menyebutkan sejumlah nama pahlawan perempuan yang memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah Siti Manggopoh dari Padang, Sumatra Barat.

Siti Manggopoh dijuluki Singa Betina dari Manggopoh. Manggopoh merupakan salah satu satu nagari yang terdapat dalam Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Siti Manggopoh lahir di Manggopoh, Agam, Hindia Belanda pada Mei 1880. Menurut catatan Wikipedia, dia adalah seorang pejuang perempuan dari Manggopoh, Lubuk Basung, Agam.

Pada 1908, Siti Manggopoh melakukan perlawanan terhadap kebijakan ekonomi Belanda melalui pajak uang (belasting). Peraturan belasting dianggap bertentangan dengan adat Minangkabau, karena tanah adalah kepunyaan komunal atau kaum di Minangkabau.

Pada 16 Juni 1908, Belanda sangat kewalahan menghadapi tokoh perempuan Minangkabau ini, sehingga meminta bantuan kepada tentara Belanda yang berada di luar nagari Manggopoh.

Dengan siasat jitu, Siti Manggopoh dan pasukannya berhasil menewaskan 53 orang serdadu penjaga benteng.

Menurut pemerhati sejarah yang juga Dosen STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh Fikrul Hanif Sufyan, Siti Manggopoh adalah potret perempuan desa yang hampir tidak pernah terekspose dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga : Mengenang 7 Pahlawan Wanita, dari RA Kartini hingga Fatmawati

"Perempuan ini dalam lembaran sejarah Minangkabau memang ditakuti serdadu Belanda, sehingga ia dijuluki sebagai singa perempuan asal Manggopoh," kata Fikrul, seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (12/1/2022).

Menurut Fikrul, perebutan benteng yang dilakukan Siti di atas menyulut terjadinya Perang Manggopoh. Seperti halnya peristiwa gerakan sosial di daerah, peristiwa Perang Manggopoh hanya berlangsung sehari. Keesokan harinya, Siti dan suaminya Rasyid Bagindo Magek dicari tentara Belanda.

Setelah 17 hari buron, Siti bersama suaminya berhasil ditangkap dan dipenjarakan Belanda. Namun, lantaran mempunyai bayi bernama Dalima, Siti terbebas dari hukuman pembuangan. Sedangkan Rasyid Bagindo Magek dihukum buang ke Manado dan meninggal di sana.

Siti Manggopoh meninggal di usia 85 tahun, atau tepatnya pada 20 Agustus 1965 di Kampung Gasan Gadang, Kabupaten Agam.

Selanjutnya, dia dinobatkan oleh Satria Muda Indonesia sebagai pendekar silat Minang. Siti Manggopoh memang sudah terkenal pesilat tangguh sejak dirinya masih remaja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini