Humor Gus Dur: Kesan Pertama Gus Mus, seperti Kawan Lama yang Baru Berjumpa Kembali

Tim Okezone, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 337 2530482 humor-gus-dur-kesan-pertama-gus-mus-seperti-kawan-lama-yang-baru-berjumpa-kembali-0tvQgvd6BH.jpg Gus Dur (Foto: Okezone)

JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki kedekatan tersendiri dengan KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab disapa Gus Mus.

Gus Mus merupakan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Sosoknya yang ramah dan santun membuat dirinya dikagumi oleh banyak orang.

Keduanya pernah menimba ilmu bersama di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Gus Mus mengungkapkan kisah perkenalannya dengan Gus Dur untuk pertama kalinya. Demikian dilansir dari NU Online.

Ketika itu, pada tahun 1964 Gus Mus dikirim ke Mesir untuk menimba ilmu di sana. Ia berangkat ke Mesir melalui jalur laut dengan menggunakan sebuah kapal. Setibanya di pelabuhan Port Said, ia disambut oleh Gus Dur yang pada saat itu sudah berada di Mesir setengah tahun lebih dulu.

 Baca juga: Humor Gus Dur: 4 Tipe Kiai yang Akan Selalu Ada di NU

Gus Mus pada saat itu terheran sekaligus merasa kaget karena disambut layaknya seorang kawan lama yang sudah lama tidak bertemu. Padahal, waktu itu dirinya belum pernah sama sekali berkenalan dengan Gus Dur.

Tetapi Gus Mus merasa bahwa Gus Dur seperti menganggap dirinya kawan lama yang sudah ia kenal. Pernah suatu waktu ketika Gus Mus belum mendapatkan beasiswa, Gus Dur sering datang ke asramanya dengan membawa peralatan masak, kemudian Gus Dur memasak hidangan untuk mereka berdua.

Baca juga: Humor Gus Dur: Alasan Meninggalkan Istana Negara

Gus Dur juga sering mengajaknya pergi jalan-jalan untuk sekedar makan di restoran atau nonton film.

Ciri khasnya adalah ia selalu membawa buku kemanapun dirinya pergi. Pernah juga suatu ketika Gus Dur berada dalam sebuah bus tidak mendapatkan tempat duduk.

Ia kemudian mengambil bukunya dan membacanya dalam keadaan berdiri. Dan ketika sedang membaca buku, Gus Dur seolah menganggap bahwa ia tidak sedang pergi bersama kawannya itu.

Ia hanya akan berbicara katakanlah ketika sudah sampai titik. Kegiatan tersebut terus berulang. Sehingga Gus Mus merasa keberadaanya seolah tidak dianggap oleh Gus Dur.

Akhirnya ia mengakali hal ini dengan ikut membawa buku ketika hendak pergi bersama Gus Dur. Bedanya adalah Gus Dur membawa buku dengan literatur berbahasa Inggris sedang ia membawa buku dengan literatur bahasa Arab.

Ketika bacaanya belum sampai pada titik, ia tidak akan menoleh kepada Gus Dur karena dengan hal ini ia bisa membalas perbuatan yang Gus Dur lakukan.

Menurut Gus Mus, hal itu adalah kesan pertama kali yang paling berkesan, ada orang yang belum pernah kenal sama sekali tapi memperlakukan dirinya seolah-olah sudah kenal lama sekali bahkan seperti kawan lama yang baru berjumpa kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini