Share

KPK Dalami Asal-Usul Uang Rp 1,5 Miliar saat OTT Dodi Reza

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 11 Januari 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 337 2530334 kpk-dalami-asal-usul-uang-rp-1-5-miliar-saat-ott-dodi-reza-6yq16sAArE.jpg Dodi Reza Alex Noerdin (Foto : MNC Portal)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami asal usul uang Rp1,5 miliar dari Bupati Musi Banyuasin nonaktif, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA). Dodi telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa Dinas PUPR Musi Banyuasin.

Uang Rp1,5 miliar diamankan KPK saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Dodi Reza Alex Noerdin pada Jumat (15/10/2021).

Uang tersebut ditemukan KPK dari ajudan Dodi yang ditangkap di Jakarta.

"Senin (10/1) Tim Penyidik telah memeriksa tersangka DRA dengan statusnya sebagai tersangka dan dilakukan pendalaman keterangan antara lain terkait uang tunai Rp1,5 miliar yang diduga dibawa oleh Tersangka saat dilakukan tangkap tangan," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).

"Dikonfirmasi juga mengenai asal-usul uang tersebut," tambahnya.

Sebagaimana dDiketahui, KPK telah menetapkan Bupati Musi Banyuasin nonaktif, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Baca Juga : Istri Alex Noerdin Diperiksa soal Uang Rp1,5 Miliar yang Ditemukan saat OTT Anaknya

Ketiga orang lainnya tersebut adalah Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH). Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sementara Suhandy sebagai pemberi suap.

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini