Share

Mangkir 4 Kali, Terdakwa Investasi Bodong Rp84,9 Miliar Dibawa Polisi ke Persidangan

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 10 Januari 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 337 2530199 mangkir-4-kali-terdakwa-investasi-bodong-rp84-9-miliar-dibawa-polisi-ke-persidangan-Y40qiBFl2O.jpg Terdakwa kasus penipuan investasi dibawa polisi ke persidangan (Foto : MPI)

PEKANBARU - Kasus investasi bodong dengan kerugian nasabah di Pekanbaru sebesat Rp84,9 miliar akhirnya bisa berjalan setelah empat kali terdakwa yang merupakan bos Fikasa Group Agung Salim mengakir dalam sidang secara virtual dengan alasan sakit.

Agung Salim datang ke Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan kursi roda pada Senin (10/1/2021) sore. Dia dibawa oleh empat anggota polisi bersenjata lengkap didampingi jaksa.

Terdakwa dibawa dari Rumah Sakit Madani Pekanbaru setelah proses pembantarannya selesai. Polisi pun membawa terdakwa sampai ruangan sidang. Selama di kursi roda, Agung banyak menundukan wajah. Sehingga pihak yang membawanya meminta terdakwa untuk menegakkan kepada agar jangan sampai terjadi gangguan kesehatan.

Selain itu majelis hakim juga menghadirkan empat terdakwa lainnya yakni Elly Salim, Bhakti Salim, Christian Salim dan Maryani. Kali ini kelimanya dihadirkan langsung ke persidangan.

Ketua Majelis Hakim, Dahlan pun menanyakan kondisi Agung Salim. Pihak dokter rumah sakit pun menyatakan terdakwa Agung Salim sudah bisa beraktivitas dengan normal dan mengikuti persidangan. Jaksa Herlina pun mempersilahkan dokter menjelaskan kondisi terdakwa.

Penasehet hukum terdakwa sempat mempertanyakan tertang kesehatan terdakwa khususnya gula darahnya di angka 200. Namun pihak dokter menegaskan kondisi terdakwa gula terkontrol. Namun penasehat hukum terus mendebat dokter.

"Ini bukan ajang debat ya, dokternya kan sudah disumpah. Silahkan dilanjutkan sidang. Saya sudah konsultasi dengan Ketua Kamar Pidana dan Ketua Kamar Pengawasan jadi walau terdakwa dibantarkan, sidang saja, dari pada semua terdakwa lepas demi hukum," kata Dahlan Senin (10/1/2022).

Untuk hari ini ada delapan korban yang dihadirkan di persidangan. Mereka mengaku bahwa tergiur berinvestasi ke PT Fikasa Group dan anak perusahaannya karena diming-imingi dengan bunga yang tinggi.

Di mana bunga yang ditawarkan adalah 9 sampai 11 persen. Awalnya para korban ditawari dengan deposito. Namun belakangan mereka disuguhi Promisory Note (surat utang). Fikasa Group sendiri bergerak di bidang propreti, perhotelan dan air minum. Kantornya di Pekanbaru dan Jakarta.

Para korban berinvestasi sejak tahun 2016. Namun belakangan dana investasi para korban macet. Para korban di Pekanbaru berupaya meminta uang kembali, namun para terdakwa selalu mengingkari. Belakangan para korban mengadukan kasus ini ke Mabes Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini