Share

Megawati Kenang PDI Dianggap Partai Sandal Jepit, Kampanye Selalu di Lapangan Kecil

Kiswondari, Sindonews · Senin 10 Januari 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 337 2529810 megawati-kenang-pdi-dianggap-partai-sandal-jepit-kampanye-selalu-di-lapangan-kecil-kyU23NAJMa.jfif Megawati Soekarnoputri. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengenang saat dirinya baru bergabung dengan PDI, sebelum berganti nama menjadi PDIP. Saat itu, PDI selalu mendapatkan lapangan berukuran kecil saat kampanye. Hal itu lantaran PDI hanya dianggap partai "wong cilik" dan partai "sendal jepit".

"Setelah itu, karena pemilu kan kampanye. Saya mulai melihat kita selalu diberi lapangan yang kecil, dianggap PDI itu kecil, dibilang partai wong cilik, partai sandal jepit, kalau tidak salah di DPR waktu itu hanya 28 anggota pada waktu itu," kata Megawati dalam pidato HUT ke-49 PDIP secara daring, Senin (20/1/2022).

Namun, ia melanjutkan, setelah itu lapangan kecil sudah tidak cukup lagi untuk PDI, karena mulai berdatangan truk dengan anak muda yang memenuhinya. Di belakangnya juga selalu ada beberapa orang tua. Mereka rata-rata adalah massa pendukung PNI, karena mereka menyemangati Mega untuk melanjutkan perjuangannya dan mereka akan membantu.

Baca Juga : Sejarah PDIP: Berawal dari PNI Soekarno hingga Tragedi Kudatuli

"Tapi setelah itu, tidak cukup lagi kami namanya diberi lapangan kecil. Saya sendiri mulai berpikir, karena mulai datang truk, truk penuh dengan anak muda tapi di belakangnya saya selalu melihat 2 atau 3 orang tua. Jangankan nama, tapi saya tahu mereka yang datang dari kalangan PNI yang waktu itu mengatakan kepada saya, teruskan jeng Mega kami bantu, hanya begitu," kenangnya.

Menurut Presiden Ke-5 RI tersebut, begitulah akhirnya terus-menerus terjadi. Ternyata masyarakat terus mengorganisir sebagai pendukung PDI, dan itu bukan hal yang mudah. Ia memerhatikan dari dulu sampai sekarang, rakyat itu tidak mudah untuk dibujuk, ternyata kalau hanya dibujuk, dipegang, lalu lepas, jadi hanya sementara. Tapi kalau punya dedikasi, punya ikatan, mereka tidak mudah lepas.

"Itu yang saya lihat tidak akan mungkin bisa lepas. Sehingga dengan demikian, saya bisa jadi anggota DPR dan pada waktu itu kalau tidak salah naiknya 100% menjadi 54 anggota DPR," tutur Megawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini