Share

Kisah Muazin di Zaman Kerajaan Majapahit, Dianggap Musuh Besar Bagi Penjajah

Suharjono, Koran SI · Minggu 09 Januari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 337 2529389 kisah-muazin-di-zaman-kerajaan-majapahit-dianggap-musuh-besar-bagi-penjajah-Kw4CFha7ls.jpg Makam Ki Ageng Wonokusumo (Foto: MPI/Suharjono)

GUNUNGKIDUL - Ki Ageng Wonokusumo, merupakan muazin, atau pengumandang azan di zaman Kerajaan Majapahit. Kisahnya pun menjadi perbincangan secara turun temurun.

Ki Ageng Wonokusumo tidak bisa lepas dari sejarah kerajaan Mataram Islam. Wonokusumo tidak bisa lepas dari Sunan Pandanaran di Bayat Klaten, serta KI Ageng Giring III.

Wonokusumo merupakan anak dari Ki Ageng Giring III. Setelah besar, dia pergi ke arah timur laut dan tinggal di Desa Gedangrejo Karangmojo.

Namun, kumandang azan yang dilakukan tidak pernah terdengar baik dari wilayah Giring, Sodo Paliyan, maupun dari Bayat Klaten. Akhirnya, Wonokusumo mencari tempat yang tinggi di Bukit Wonotoro.

Dari situlah kumandang azan terdengar sampai Giring tempat ayahnya, serta sampai ke Tempat Sunan Pandanarang di Bayat. Bahkan, upaya berhubungan jarak jauh ketiganya melalui kebatinan bisa dilakukan dari puncak bukit tersebut.

Menurut juru kunci Makam Ki Ageng Wonokusumo, Daryanto belum lama ini mengatakan, cerita mengenai Ki Ageng Wonokusumo didapatkannya dari leluhur secara turun - temurun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia menuturkan, Ki Ageng Wonokusumo merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dan ditakuti. Bahkan, dianggap musuh besar oleh penjajah Belanda yang selalu ingin membunuhnya.

Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabuhi Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut dan sahabat mengatakan bahwa Ki Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.

Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Namun, warga sekitar tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini