Share

Muhammadiyah Dorong Pemakaian Vaksin Halal Produksi Dalam Negeri

Komaruddin Bagja, Sindonews · Sabtu 08 Januari 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 337 2529205 muhammadiyah-dorong-pemakaian-vaksin-halal-produksi-dalam-negeri-t3xFLP8eK2.jpg Foto: Okezone

JAKARTA- Selain menjadi kebanggaan bagi negara, aspek kehalalan vaksin juga harus menjadi prioritas mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim.

(Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Iron Man Gelar Vaksinasi Merdeka di Muara Angke)

Diketahui, Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 ini mencanangkan akan memvaksin 234,8 juta jiwa rakyat Indonesia dengan perincian dari jumlah tersebut 26,5 juta jiwa adalah anak-anak usia 6-12 tahun, sisanya 208,3 juta jiwa akan diberikan vaksin booster atau vaksin ketiga.

Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Zaedi Basiturrozak mengatakan, patut diperhatikan agar program vaksin bisa berjalan maksimal, perlu garansi kenyamanan menyangkut status halal vaksin.

(Baca juga: DPR RI Minta Kemenkes Segera Eksekusi Vaksin Halal untuk Tangani Covid-19)

Melihat potensi penurunan angka covid-19 yang sangat signifikan, artinya kita sudah melewati fase darurat. Tentu bukan perkara yang rumit untuk memilih dari produk vaksin yang halal.

“Kehalalan ini tidak hanya melindungi hak umat Islam secara umum, namun harus dilihat sebagai prasyarat kesehatan yang akan melindungi seluruh warga masyarakat,” ujar Zaedi saat dihubungi wartawan, Sabtu (8/1/2022).

“Dan jangan juga dilihat sebagai politik dagang antara produsen vaksin, karena seyogyanya justru para produsen ini memiliki tanggung jawab moral atas kehalalan vaksin. Mereka semua bisa berlomba dan bersaing merebut pangsa pasar Indonesia,”bebernya.

Saat ini, stok vaksin tersedia saat ini adalah 65,9 juta dosis, sehingga diperkirakan kebutuhan vaksin tahun 2022 ini mencapai 300 juta dosis (68,6 juta dosis untuk anak-anak dan 231,4 juta dosis vaksin booster).

“Oleh karena itu saya sepakat dan mendorong pemerintah untuk segera melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap setiap produk vaksin yang akan masuk ke Indonesia. Sekali lagi ini bukan hal rumit menyangkut kedaruratan lagi. Apalagi kita sudah memiliki BPJKH yang concern terhadap sertifikasi kehalalan dan MUI yang bertang jawab atas fatwa. Saya yakin jika disegerakan masyarakat akan lebih meningkat kesadarannya dalam melakukan vaksin,” tutup zaidi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan sebelumnya mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin halal.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Amir mengatakan, setidaknya ada dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan halal oleh MUI, diantaranya yaitu Sinovac dan Zifivac.

"Ada dua fatwa MUI yang berkaitan dengan vaksin, yaitu pertama vaksin yang disebut dengan Sinovac yang halal dan thoyib. Dan yang kedua adalah Fatwa nomor 53 Tahun 2021 tentang Zivifak yang halal dan suci," ujar Amir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini