Dua Raja Kerajaan Galuh Berperang Imbas Larangan Pernikahan Sunda-Jawa

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 08 Januari 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2529002 dua-raja-kerajaan-galuh-berperang-imbas-larangan-pernikahan-sunda-jawa-zz5xvKtXnY.jpg Salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Galuh. (Foto: Istimewa)

PERTARUNGAN dua raja pecah akibat efek dari Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Sunda. Pernikahan antara raja Kerajaan Galuh dengan perempuan asal Majapahit, memicu kemarahan Raja Susuktunggal.

Sebagaimana dituliskan dalam buku 'Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' tulisan Fery Taufiq El Jaquene, terjadi pernikahan antara kerabat Dewa Niskala dengan salah satu pengungsi dari Majapahit pasca-kejadian Bubat

Kala itu, Kerajaan Majapahit memang tengah mengalami kemunduran. Wilayahnya pun diserang sehingga membuat warganya mengungsi hingga ke Jawa Barat, ibu kota Kawali, Galuh. Saat itulah terjadi pernikahan antara Raja Galuh dengan perempuan asal Majapahit.

Baca juga: Ketika Nasib Gajah Mada Berakhir Tragis, Disalahkan Usai Pembantaian Raja Sunda dan Permaisurinya

Terlebih lagi, Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai raja Galuh Rahyang Wastu wafat. Pecahan pertama dipimpin oleh Raja Dewa Niskala, pecahan kedua dipimpin oleh Raja Susuktunggal. Makin rumit karena Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal ini memiliki gelar yang sama.

Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal dianggap melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh telah menyepakati masyarakat Sunda tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.

Pelanggaran ini membuat Raja Susuktunggal melampiaskan kemarahannya dengan bertarung melawan Raja Dewa Niskala. Sebab dianggap bukan persoalan melanggar hukum saja, tapi sudah berhubungan harga diri masyarakat Sunda.

Agar peperangan tidak berlanjut, akhirnya Dewan Penasihat kedua kerajaan saling bertemu dan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan. Jalan perdamaian ditempuh dengan pengangkatan penguasa baru yakni bernama Jayadewata atau sering dikenal dengan Prabu Siliwangi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini