Share

Ferdinand Hutahaean: Saya Mualaf Sejak 2017!

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 07 Januari 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528966 ferdinand-hutahaean-saya-mualaf-sejak-2017-iO7VCWNAJo.jpg Ferdinand Hutahaean/ twitter

JAKARTA – Aktivis media sosial Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan GP Ansor yang menyebutkan cuitannya di media sosial berpotensi menimbulkan permusuhan bernuansa agama sehingga pihak kepolisian diminta tegas dan menuntaskan proses hukum.

(Baca juag: Ferdinand Hutahean Dipolisikan, Roy Suryo: Dialog Imajiner Jangan Diposting di Medsos!)

Sebelumnya, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama melaporkan mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ferdinand dilaporkan terkait cuitannya di Twitter 'Allahmu Lemah'.

"Pertama begini ya saya menghormati pendapat GP Ansor dalam hal ini. Saya melihat bahwa pendapat ini timbul karena masih ada persepsi dan asumsi bahwa namanya Ferdinand itu adalah orang Kristen yang menyerang Islam. Padahal fakta sesungguhnya saya kan sama dengan orang-orang Ansor adalah seorang muslim. Saya telah menjadi mualaf sejak 2017," ujar Ferdinand Hutahean,ketika dikonfirmasi MNC Portal, Jumat (7/1/2022).

(Baca juga: Polri Tingkatkan Kasus Dugaan SARA Ferdinand Hutahaean ke Penyidikan)

Mantan politikus Partai Demokrat itu menyebutkan perihal cuitannya tersebut merupakan pandangan pribadi terkait masalah yang sedang ia hadapi dan tidak bermaksud menyinggung agama manapun.

"Jadi tidak mungkin saya berbicara tentang sesuatu yang menyerang apa yang saya yakini. Saya sudah jelaskan berkali-kali bahwa cuitan tersebut terkait dengan masalah pribadi saya dan tidak menyangkut agama apapun," kata Ferdinand Hutahean.

Lebih lanjut ia menyebutkan dirinya adalah seorang muslim yang sedang bergumul dan cuitannya tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak lain.

“Itukan hanya berbicara terkait pemahaman saya dan pergumulan saya dalam hidup tentang Tuhan. Tidak ada menyangkut agama apapun. Meskipun saya adalah seorang muslim, meskipun mungkin saya juga mungkin bukan seorang muslim yang taat. Tapi saya adalah seorang muslim yang sama dengan teman-teman GP Ansor," kata Ferdinand Hutahean.

Kemungkinan besar kata dia, masyarakat atau pihak tertentu terpancing dengan pernyataan dirinya karena belum mengetahui ia sudah memeluk agama Islam sejak 2017 silam.

"Mungkin mereka belum tahu saya seorang mualaf sehingga mereka masih terpicu emosinya. Jadi dengan demikian bahwa saya jelaskan disini saya menghormati pendapat GP Ansor tersebut tetapi pendapat tersebut tidaklah tepat," tambah Ferdinand Hutahean.

Ia justru menilai pendapatnya perihal ke-Tuhanan harus semakin diperkuat.

"Justru pendapat saya itu harus diperkuat, karena saya menyatakan Allah orang Islam itu kuat tidak perlu dibela. Masak pendapat seperti itu harus ditentang, dilawan dan menjadi masalah. Kan poin nya disitu," terang Ferdinand Hutahean

Lebih lanjut mengenai identitas dirinya yang merupakan seorang mualaf sejak 2017 dirinya memang tidak pernah mempublikasikannya selama ini dan baru ia jelaskan saat muncul polemik akibat cuitannya beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Saya ini muslim menegaskan bahwa Allah orang Islam itu kuat tidak perlu dibela, seharusnya tidak menjadi masalah. Nah ini yang muncul pernyataan seperti ini karena mereka belum tahu saya siapa, karena saya tidak pernah mendeklarasikan diri saya siapa. Karena itu bagi saya itu juga tidak perlu di deklarasikan saya seorang mualaf. Itulah inti permasalahannya, jadi tolong dicatat baik-baik teman-teman media agar ini tidak semakin meruncing," lanjut Ferdinand Hutahaean.

Ia melihat berbagai analisis yang berkembang di media sosial justru akan semakin membuat gaduh suasana.

"Karena justru pendapat-pendapat seperti ini justru akan semakin memperuncing masalah. Menurut saya seperti itu," pungkas Ferdinand Hutahean.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini