Share

Bareskrim Polri Usut Kasus Suap Karantina Rachel Vennya

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 07 Januari 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528891 bareskrim-polri-usut-kasus-suap-karantina-rachel-vennya-5iw5roRiX0.jpg Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menegaskan, akan mengusut laporan kasus suap/pungutan liar (pungli) karantina Covid-19 yang dilakukan Rachel Vennya melalui aplikasi Dumas Presisi.

"Terkait dengan adanya laporan kasus suap karantina yang diterima oleh Bareskrim Polri melalui aplikasi dumas presisi. Kami sampaikan bahwa kasus tersebut dilaporkan melalui aplikasi Dumas Presisi terkait dengan kasus suap karantina," ujar Ahmad Ramadhan, Jumat (7/1/2022) kepada awak media di lobby Gedung Divisi Humas Polri.

Pihaknya masih melakukan pendalaman dan sudah memeriksa tiga orang saksi terkait laporan tersebut. "Dan tentu setelah menerima laporan ditindaklanjuti oleh Bareskrim saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan. Telah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi. Tentu kasus ini masih berproses mohon teman-teman sabar. Bila nanti perkembangan ada akan kami sampaikan kembali," katanya.

Baca Juga:  Bantu Rachel Vennya Kabur Karantina, Dua Oknum Prajurit TNI Ditahan

Ahmad Ramadhan mengungkapkan, kasus tersebut masih dalam pendalaman oleh Bareskrim. Sampai saat ini setidaknya sudah 3 orang telah telah dimintai keterangannya.

"Karantina ini merupakan laporan pungli laporan Rachel Vennya. Yang bersangkutan dan tiga orang belum kita panggil. Ini masih ada kaitannya dengan kasus laporan di Polda Metro Jaya. Namun, obyek yang dilaporkan adalah orang lain," ujar Ahmad.

Lebih lanjut, ia menyatakan kasus ini diproses belum diketahui Direktorat mana yang akan menangani. Pihaknya akan melihat apakah ada unsur gratifikasi atau unsur Tipikor ini masih dalam penyelidikan.

"Belum ada terlapor. tetapi dugaan suap, tentu kalau dugaan suap adalah mungkin petugas, tapi ini petugas apa masih dalam proses pendalaman. Mohon teman-teman bersabar, ini terkait dengan petugas yang disuap, namun petugas apa kami belum mendapatkan info sejauh ini. Masih dilakukan pemeriksaan dan baru 3 orang. Tiga orang ini siapa saja sementara belum berkenan untuk disampaikan," tambah Ahmad Ramadhan.

Baca Juga:  Kasus Rachel Vennya, Polda Metro Usut Dugaan Pungli Rp40 Juta

Meskipun Rachel Vennya belum diperiksa, Ahmad Ramadhan meyakini nanti pasti akan dilakukan juga pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Kasus yang dilaporkan melalui aplikasi Dumas Presisi kata dia berbeda dengan laporan yang ada di Polda Metro Jaya.

"Kalau penjelasan Polda Metro berbeda ya. Karena ini kalau kasus suap, yang disuap itu adalah seorang pejabat atau pegawai atau ASN atau siapapun juga yang terkait petugas pemerintah. Jadi berbeda yang ditangani polda dan yang dilaporkan kepada aplikasi dumas presisi. Mohon tunggu saja," pungkas Ahmad Ramadhan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini