Share

Kunjungi Pantai Terdampak Tsunami di Palu, Wapres Minta Dipasang Alat Peringatan Dini

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528837 kunjungi-pantai-terdampak-tsunami-di-palu-wapres-minta-dipasang-alat-peringatan-dini-aCXe766FoF.jpg Wapres KH Maruf Amin (Foto : Biro Pers)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta diterapkannya sistem peringatan dini tsunami di sepanjang Pantai Taipa Sulawesi Tengah. Pantai tersebut kini sepi pengunjung karena pernah menjadi salah satu lokasi terdampak tsunami pada 28 September 2018 silam.

Menurut Wapres, penerapan early warning system tersebut ditujukan untuk menggeliatkan kembali wisata pantai di wilayah Palu. Pemasangan alat peringatan dini itu sebagai upaya menjamin rasa aman masyarakat dan mencegah timbulnya korban apabila kembali terjadi bencana.

"Supaya dilengkapi dengan early warning system supaya masyarakat tahu kalau terjadi apa-apa, sudah ada aba-aba. Itu nanti akan dilengkapi seperti itu," ujar Wapres di sela-sela kunjungannya di Pantai Taipa, dikutip dari Setwapres, Jumat (7/1/2022).

Di samping itu, lanjut Wapres, penerapan aplikasi Peduli Lindungi juga harus dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

"Khusus untuk Covid-19 maka sudah menjadi aturan supaya disiapkan Peduli Lindungi (agar) mereka yang masuk ke sini memang terlindungi," tegasnya.

Baca juga: 17 Tahun Tsunami Aceh, Relawan Kenang Tak Berhenti Bertahlil dan Tahmid saat Evakuasi Korban

Dengan begitu, kata Wapres, akan terbentuk rasa aman dan nyaman yang nantinya diharapakan akan menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

"Yang penting rasa aman, rasa nyaman, itu yang saya kira perlu disiapkan di tempat-tempat wisata," ujarnya.

Baca juga: Kenang 17 Tahun Tsunami, Jurnalis Aceh Gelar Pameran Foto dan Doa Bersama

Lebih lanjut, Wapres menuturkan bahwa sebenarnya panorama Pantai Taipa sangat indah. Menurutnya hanya karena terjadi tsunami yang menjadikannya sepi pengunjung.

"Saya kira tempat ini bagus sekali, karena memang tsunami saja. Tapi dari tempatnya saya kira cukup ideal dan saya dengar sebelum tsunami cukup ramai. Hanya memang karena sesudah tsunami itu (pengunjung menurun)," ungkapnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Namun, sambung Wapres, mulai awal tahun ini pengunjung Pantai Taipa sudah mulai meningkat, sehingga ia pun kembali menekankan pentingnya menghilangkan trauama masyarakat.

"Tapi mulai kemarin (tahun baru) rupanya sudah mulai ada peningkatan. Jadi yang penting menghilangkan trauma masyarakat dan ini karena memang bukan tempat hunian saya kira lebih aman," ujarnya.

Lebih jauh, Wapres menerangkan bahwa meskipun telah menjadi zona merah yang dilarang untuk dihuni, Pantai Taipa tetap dapat dimanfaatkan untuk menjadi tempat aktivitas publik seperti obyek wisata, pasar, pusat kuliner, dan lain-lain.

"Ini memang sudah tidak boleh ada penduduk. Karena itu dikhawatirkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya (bencana). Tetapi daerah ini masih dibolehkan untuk wisata, aktivitas publik, pasar-pasar, kuliner," pungkasnya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta Perguruan Tinggi Beri Solusi Masalah Pengangguran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini