Share

Ferdinand Hutahaean Dipolisikan, Roy Suryo: Dialog Imajiner Jangan Diposting di Medsos!

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 07 Januari 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528819 ferdinand-hutahean-dipolisikan-roy-suryo-dialog-imajiner-jangan-diposting-di-medsos-LBM5Yn4aT1.jpg Roy Suryo/ Okezone

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengatakan, postingan yang dibuat oleh mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean (FH) di akun Twitternya pada 4 Januari 2022, sudah masuk ranah publik karena bisa dilihat oleh semua orang.

(Baca juga: Polri Tingkatkan Kasus Dugaan SARA Ferdinand Hutahaean ke Penyidikan)

Sehingga kata Roy Suryo jika sekarang Ferdinand Hutahean beranggapan postingan tersebut merupakan dialog imajiner antara pikiran dan hati, maka sangat salah kaprah jika di posting di media sosial.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama melaporkan mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ferdinand dilaporkan terkait cuitannya di Twitter 'Allahmu Lemah'.

(Baca juga: Ferdinand Hutahaean Diperiksa Senin Depan Terkait Cuitan Diduga SARA)

"Kemarin-kemarin saya juga sudah banyak diminta untuk komen saat cuitan FH tertanggal 4 Januari 2022 yang memperbandingkan 'Allah-mu dan Allah-ku' itu Viral, namun saya memang membatasi untuk tidak berkomentar dari memang sebenarnya urusan Insan Manusia kepada Penciptanya (Hablu MinAllah) itu bersifat sangat pribadi dan Hak masing-masing Antar manusia (Hablu Minannas) sebenarnya tidak perlu saling memperbandingkannya dan itu semua juga sudah diatur baik dalam kitab masing-masing maupun UUD yang menjaminnya," ujar Roy Suryo, Jumat (7/1/2022) ketika dikonfirmasi.

Namun ketika FH malah menghapus dan membuat 'klarifikasi' atas cuitannya tersebut, yang menyebut itu hanya 'komunikasi dalam Hati dan Pikirannya sendiri' Roy Suryo mau tidak mau harus memberikan pendapatnya sebagai ahli.

"Karena dia akan berusaha menyesatkan hakikat teknis soal penulisan postingan di Twitter dengan hal lain yang seolah-olah dianggapnya pribadi. Perlu diketahui bahwa Apa yg dituliskannya itu bersifat Publik, dalam bentuk postingan, bukan Status yang menjelaskan jati diri seseorang," kata Roy Suryo.

Mantan politikus Partai Demokrat ini melanjutkan, apalagi jika dituliskan tanpa di mention ke salah satu pihak tertentu, sehingga ini wajar dimaknai bahwa pesan tersebut adalah memang ditujukannya untuk semua pembaca Twit-nya.

Media sosial seperti Twitter berbeda dengan Facebook atau Instagram yang followernya bisa diatur atau dibuat privat sehingga hanya terbatas ke orang-orang tertentu, dimana kalau di Twitter setiap postingan otomatis akan terbaca ke semua Followernya (dalam hal ini ke 110 ribu lebih follower Twitter-nya FH).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Penjelasan ini kata Roy Suryo sangat mematahkan apa yang dia sebut-sebut sebagai 'Komunikasi Pribadi dari Hati dan Pikiran' karena jelas-jelas FH sudah dengan sadar menulis postingan (bukan hanya Status) di Akun Twitter dia yang bersifat publik, tidak privat. Yang berarti ada niat memang untuk disebarluaskan ke semua orang pembaca Twitter-nya tersebut.

"Dalam ilmu Psikologi sebenarnya ada cara kalau memang orang mau menumpahkan isi hati alias katarsis ini, yakni dengan cara menulis di kertas atau di buku pribadi dan kemudian dibuang atau dibakar, sehingga hatinya puas namun tak seorangpun mengetahuinya. Ini yang tidak diketahui oleh FH, padahal Tuhan YME, Allah Taโ€™ala memberi otak kepada insan manusia untuk digunakan sebaik-baiknya," pungkas Roy Suryo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini