Share

Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Ahli Forensik dr Hastry Ungkap Pelaku Lebih dari Satu

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528747 pembunuhan-ibu-anak-di-subang-ahli-forensik-dr-hastry-ungkap-pelaku-lebih-dari-satu-I6197efWOV.jpg TKP pembunuhan di Subang. (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu yang mayatnya ditemukan pada 18 Agustus 2021 belum juga terungkap. Perkembangan terbaru, polisi berhasil membuat sketsa wajah seorang pria diduga pelaku.

Segala upaya dikerahkan untuk memecahkan misteri pembunuhan ini. Salah satunya dengan mengikutsertakan ahli forensik, dr Sumy Hastry Purwanti. Wanita berpangkat Kombes Pol itu terkenal dengan kemampuan mumpuninya dalam mengungkap pelaku kejahatan.

Dalam wawancaranya di YouTube Denny Darko, dr Hastry mengungkapkan bahwa pelaku diduga lebih dari satu orang.

"Betul," ujar dr Hastry menjawab pertanyaan Denny Darko November 2021 lalu.

Dr Hastry mengatakan, belum terungkapnya kasus ini karena seluruh tim yang terlibat sangat berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan komprehensif.

"Kita kan harus pemeriksaan komprehensif. Enggak dari kami tim forensik aja, ada tim lain juga, supaya biar jelas," ucapnya.

Baca juga: Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Belum Terungkap, Kapolda Jabar Minta Publik Bersabar

Dia mengakui bahwa kasus pembunuhan ini direncanakan dengan sangat matang. Namun dia yakin, tak ada kejahatan yang sempurna.

"Memang ada perencanaan yang luar biasa bagus. Namun tidak ada kejahatan yang sempurna," ucapnya.

Sejak peristiwa pembunuhan itu terungkap, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga lima kali, autopsi dua kali dan memeriksa 69 saksi.

"69 saksi yang diperiksa 15 di antaranya dari keluarga, 11 saksi yang saat itu melintas di TKP, 32 saksi untuk menentukan alibi, sedangkan 11 saksi lain tidak berhubungan dengan peristiwa, tapi diambil keterangannya," ujar Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Ke Yani Sudarto pada 29 Desember 2021.

Pihaknya pun telah melakukan tujuh pemeriksaan saksi ahli, analisa informasi teknologi (IT), termasuk analisa kamera pengawas (CCTV) sebanyak 40-50 CCTV yang terpasang di jalan sepanjang 50 kilometer.

Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana menargetkan kasus pembunuhan sadis tersebut bakal terungkap awal 2022. Dia mengakui, dalam mengungkap perkara, memang tidak selalu cepat.

"Memang dalam pengungkapan satu perkara itu tergantung bukti-buktinya, ada yang cepat dan lama, seperti kasus perampokan My Bank itu cepat. Untuk kejadian di Subang mohon doanya, target saya awal tahun ini penyidik sedang mengumpulkan fakta-faktanya. Mohon kesabarannya, saya berkomitmen terhadap kasus ini," ujar Suntana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini