Share

Terungkap! Walkot Bekasi Juga Terima Rp30 Juta Terkait Tenaga Kerja Kontrak

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528702 terungkap-walkot-bekasi-juga-terima-rp30-juta-terkait-tenaga-kerja-kontrak-5Gm87lVt4D.jpg Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi jadi tersangka korupsi (Foto: MPI)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE) alias Pepen ternyata bukan hanya menerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan saja. Pepen diduga juga menerima suap terkait pengurusan tenaga kerja kontrak di Bekasi sebesar Rp30 juta terkait pengurusan tenaga kerja kontrak tersebut.

"Di samping itu, juga terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemerintah Kota Bekasi, RE diduga menerima sejumlah uang Rp30 juta dari AA melalui MB," ujar Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar konpers yang ditayangkan melalui akun YouTube milik KPK RI, Jumat (7/1/2022).

Uang sejumlah Rp30 juta terkait pengurusan tenaga kerja kontrak itu diduga berasal dari Direktur PT MAM Energindo (ME), Ali Amril (AA). Rahmat Effendi menerima uang dari Ali Amril melalui perantaraan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi, M Bunyamin (MB).

Atas rangkaian praktik suap-menyuap itu, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga : Rahmat Effendi Korupsi Proyek Pengadaan, KPK : Modus Klasik

Sembilan tersangka itu yakni, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE); Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bekasi, M Bunyamin (MB); Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong (MY); Camat Jatisampurna, Wahyudin (WY); serta Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi (JL). Kelimanya ditetapkan tersangka penerima suap.

Sementara, empat orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni, Direktur PT MAM Energindo (PT ME), Ali Amril (AA); pihak swasta, Lai Bui Min alias Anen (LBM); Direktur PT Kota Bintang Rayatri (PT KBR), Suryadi (SY); serta Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin (MS). Mereka ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini