Share

Cerita Freddy Budiman, Khatam Alquran 7 Kali Sebelum Dieksekusi Mati

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 07 Januari 2022 06:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 337 2528609 cerita-freddy-budiman-khatam-alquran-7-kali-sebelum-dieksekusi-mati-kfC4qkjFlS.jpg Sebelum dieksekusi mati, Freddy Budiman khatam Alquran 7 kali. (Foto : Antara)

JAKARTA - Bandar narkoba kelas kakap, Freddy Budiman, dijatuhi hukuman mati pada 29 Juli 2016. Ia dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilacap, Jawa Tengah.

Sebelum dieksekusi, Freddy Budiman diketahui telah bertaubat. Bahkan, Freddy Budiman disebut sempat mengkhatamkan Alquran hingga 7 kali. Selama 2 hari, Freddy terus membaca Alquran.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ustadz Fatih Karim ketika memberikan kajian agama di Lapas Nusakambangan. Ia mendapatkan cerita soal Freddy Budiman khatam Alquran dari penjaga penjara di sana.

"Saya ngisi pengajian di penjara itu. Ini isinya orang penjara semua. Saya kan enggak kenal wajahnya. Begitu saya lihat di kanan, ada orang pakai koko putih, kopiah putih, berjenggot putih, dari tadi sampai akhir pengajian nangis senangis-nangisnya. Pipinya basah dengan air mata," cerita Ustadz Fatih, dikutip dari kanal YouTube Khutbah Muslim, Jumat (7/1/2022).

"Saya tanya ke penjaga penjara, 'Dia siapa? Dia Freddy Budiman.' Almarhum. Ada yang masih ingat Freddy Budiman? Pengedar narkoba kelas kakap. Bukan kakap lagi, sudah paus," ucapnya.

Selain itu, Ustadz Fatih juga mengungkapkan 2 permintaan terakhir Freddy sebelum dieksekusi. Permintaan Freddy adalah untuk dapat mengucapkan kalimat tahlil dan ingin matanya tidak ditutup saat ditembak mati. Permintaan kedua Freedy awalnya ditolak, meski akhirnya dikabulkan.

"Setelah eksekusi dibacakan, ada permintaan terakhir? Keren, Masya Allah, apa katanya? 'Tolong izinkan saya, pada saat sebelum ditembak mati mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah'," ucap Ustadz Fatih Karim.

Baca Juga : Jadi Tempat Eksekusi Freddy Budiman, Ini 5 Fakta dan Kisah Misteri Lapas Nusakambangan

"Permintaan yang kedua, tolong mata yang ditutup kain hitam dibuka matanya, kenapa? 'Karena saya ingin melihat dosa-dosa saya yang terlalu banyak untuk Indonesia.' Apa yang terjadi? Enggak dikasih izin. Tapi dimohon-mohon, akhirnya dikasih izin," ucapnya.

Sampai waktu eksekusi tiba, peluru timah bersarang di tubuh Freddy Budiman. Ustadz Fatih Karim mengungkapkan kalau Freddy meninggal dalam keadaan tersenyum.

"Tangan kaki dilepas, digendong, badannya tinggi besar, ringan mas badannya. Kata sipir penjara, badannya ringan, ditaruh di keranda jenazah, wajahnya senyum. Masya Allah, mantan pemakai narkoba, matinya mengucapkan Laa ilaaha Illallah," ucapnya.

Setelah diturunkan, jenazah Freddy Budiman difoto oleh salah seorang sipir penjara lalu dikirim ke Ustadz Fatih Karim. Sontak dia terharu dan langsung mengirim doa dari jauh.

"Begitu difoto sama teman saya tadi, sipir penjara, cekrek, 'Ustadz doakan ustadz, wajahnya Mas Freddy.' Dikirim. Yaa Allah, saya itu nangis, senyum mas, senyum. Di keningnya ada keringat sebulir-bulir jagung. Seperti kata Rasulullah, seorang yang husnulkhatimah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini