Share

Penipuan CPNS, Berkas Kasus Olivia Nathania Dinyatakan P-21

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 06 Januari 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 337 2528407 penipuan-cpns-berkas-kasus-olivia-nathania-dinyatakan-p-21-19n7OVhIsG.jpg Olivia Nathania (Foto: MPI)

JAKARTA - Berkas tersangka anak penyanyi senior Nia Daniaty, Olivia Nathania telah lengkap (P-21). Olivia tersangkut kasus hukum atas dugaan penipuan modus seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Perkara tindak pidana umum atas nama tersangka Olivia Nathania dinyatakan lengkap atau P-21," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam dalam keterangannya, Kamis (6/1/2022).

Berkas Olivia dinyatakan lengkap setelah Jaksa Penuntut Umum Kejati DKI mempelajari dan meneliti berkas perkara tindak pidana umum, yang dipersangkakan dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 65 KUHP ATAU Pasal 378 KUHP Jo Pasal 65 (1) KUHP ATAU Pasal 372 KUHP Jo Pasal 65 (1) KUHP.

"Setelah itu, direncanakan pada hari ini, Kamis, 6 Januari 2022, Penyidik Polda Metro jaya akan menyerahkan tanggung jawab tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum," ujar Ashari.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 10 WNA Asal China dan Vietnam Terkait Kasus Penipuan Bermodus Phone Sex

Dengan dinyatakannya berkas telah lengkap atau P-21, setelah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum. Maka, persidangan terhadap Olivia bakal segera digelar dalam waktu dekat.

Ashari menjelaskan, duduk perkara kasus pidana yang menjerat Olivia berawal Pada 13 November 2019, dari dirinya yang merupakan alumni SMAN 6 Jakarta menghubungi saksi AGS, selaku gurunya saat di SMAN 6 Jakarta.

"Lalu menjelaskan, bahwa ia dapat memasukkan seseorang menjadi CPNS dengan menggunakan slot Menteri, yaitu melalui jalur CPNS prestasi pengganti, dengan cara menggantikan para CPNS yang sudah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang meninggal karena sakit Covid, Stroke dan lain sebagainya," ujarnya.

Baca Juga: Tipu Petani Rp350 Juta untuk Jadi PNS, Anggota Polres Buleleng Dipecat

Dari komunikasi itu, lantas Olivia menawarkan kepada saksi AGS, jika berminat akan dikenakan biaya sebesar Rp25 juta sampai Rp40 juta per orang.

Dimana menurut tersangka, uang tersebut akan digunakan sebagai administrasi untuk diserahkan kepada salah seorang pegawai pada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Saksi AGS lalu meneruskan informasi itu kepada teman dan keluarganya, di antaranya kepada korban KN yang kemudian memberitahukan juga informasi itu kepada korban SGY, RH, IM, RI, MA dan EP," sebutnya.

Para korban kemudian datang dan bertemu tersangka, disitu tersangka menjelaskan bahwa ia mempunyai banyak kenalan di BKN dan menjamin 100% menjadi PNS jika persyaratannya dapat dipenuhi maka di bulan April 2020 sudah bisa mulai kerja menjadi PNS.

Kemudian, Olivia juga meyakinkan para korban bahwa apabila, gagal memasukkan mereka menjadi PNS. Maka dirinya bersedia mengembalikan uang milik korban tersebut, seluruhnya.

"Karena percaya dengan ucapan tersangka, para korban menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka sebagai persyaratan masuk PNS dan selanjutnya terdakwa membagikan Surat Keputusan Pengangkatan para korban menjadi PNS pada unit-unit yang telah dijanjikan oleh tersangka yang pada kenyataannya SK Pengangkatan PNS para korban adalah palsu," terangnya.

Akibat penipuannya tersebut, lanjut Ashari, Olivia berhasil meraup keuntungan dari para korban sebesar Rp615 juta yang terjadi menjadi total kerugian materi dalam perkara ini.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan tersangka dan menahan Olivia Nathania, anak penyanyi senior Nia Daniaty terkait kasus dugaan penipuan dengan modus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Putri penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania bersama suaminya, Rafly N Tilaar atau Raf dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Jumat, 24 September 2021. Keduanya dituding melakukan penipuan dengan modus penerimaan CPNS. Ada 225 orang yang menjadi korban dengan nilai kerugian mencapai Rp9,7 miliar.

Laporan diterima Polda Metro Jaya. Adapun terdaftar dengan Nomor LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal : 23 September 2021. Atas perbuatannya, Olivia dipersangkakan dengan Pasal 378 KUHP.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini