Share

TNI Bongkar Barang Bukti dari Pembunuhan Sejoli di Nagreg

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 06 Januari 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 337 2528381 tni-bongkar-barang-bukti-dari-pembunuhan-sejoli-di-nagreg-ZQb9iUdyk2.jpeg Peristiwa tertabraknya sejoli di Nagreg, Jawa Barat (Foto: Ist)

JAKARTA - Petugas mengamankan barang bukti dari kasus tiga oknum TNI AD yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan pembunuhan berencana terhadap korban dua sejoli di Nagreg. 

Menurut Dansat Idik Puspomad, Brigjen TNI Kemas A. Yani pihaknya sudah melakukan inventarisasi terhadap barang bukti. Salah satu buktinya adalah mobil Panther.

"Dari proses awal sampai akhir barang bukti, peristiwa ini dimulai dari kecelakaan lalu lintas. Jadi, barang buktinya adalah mobil panther yang digunakan media tersangka dan sepeda motor yang digunakan korban," ujar Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W. Sukoco, Kamis (6/1/2022) di aula Orditurat Militer Tinggi II Penggilingan Jakarta Timur.

"Barang bukti lainnya adalah yang melekat pada pribadi, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan penyelidik polisi militer berkaitan dengan CCTV dan lain sebagainya," imbuhnya.

Baca Juga:  9 Orang Diamankan Buntut Tewasnya Seorang Remaja Akibat Luka Bacok di Kepala

Sementara itu, Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W. Sukoco menyebutkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi dari kasus tiga oknum anggota TNI AD yakni Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu A Sholeh yang melakukan pembunuhan dan membuang mayat usai menabrak dua sejoli Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) di Jalan Raya Nagreg Jawa Barat pada 8 Desember 2021 lalu.

"Sudah 19 orang saksi yang diperiksa Puspomad," kata Chandra Sukoco.

Baca Juga:  Bunuh Ayah dan Lukai Saudaranya, Pria Ini Ditangkap

 

Ia kemudian menceritakan kronologi awal pasca pihak Puspomad TNI AD mendapatkan informasi kecelakaan Nagreg yang menyebabkan hilangnya dua sejoli.

"Jadi, 21 Desember mobil Puspomad menerima informasi dari rekan di Polrestabes Bandung bahwa ada dugaan keterlibatan TNI AD dalam kecelakaan lalu lintas di Nagreg. Sejak saat itu Puspomad menyampaikan ke Pomdam III Siliwangi untuk melakukan penyelidikan lanjutan," tutur Chandra Sukoco.

Dari penyelidikan inilah ditemukan bahwa kendaraan itu adalah ditumpanginya salah satunya oleh Kolonel Infrantri Priyanto. Ditemukan di suatu lokasi di malam sebelumnya di Bandung.

Dari hal tersebut kemudian ditemukan keterlibatan tiga oknum TN AD. Termasuk dalam proses rekonstruksi beberapa hari lalu, kita bisa melihat siapa yang memiliki inisiatif, siapa berbuat apa sejak terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Sampai di TKP kedua di jembatan dimana korban di lempar atau dibuang. Penyidik melakukan penelusuran sampai berapa kilometer dari jembatan tersebut salah satu korban ditemukan. Dan di lokasi kedua korban juga ditemukan. Nanti untuk melakukan pembuktian yang menjadi bahan berkas dari perkara ini," terang Chandra Sukoco.

Puspom TNI meminta publik untuk tenang, pasalnya pihaknya akan mengawal proses persidangan hingga keputusan berkekuatan hukum tetap terhadap tiga oknum anggota TNI AD tersebut.

"Puspom TNI akan mengawal terus sampai perkara ini tuntas. Dan ini sudah ada arahan langsung dari Panglima TNI," kata Danpuspom TNI, Laksda TNI Nazali Lempo.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, tiga oknum anggota TNI AD yakni Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu A Sholeh melakukan pembunuhan berencana dan membuang mayat usai terlibat kecelakaan lalu lintas dengan dua sejoli Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) di Jalan Raya Nagreg Jawa Barat pada 8 Desember 2021 silam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini