Share

Pluralisnya Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi Menikahi Perempuan Muslim

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 06 Januari 2022 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 337 2528075 pluralisnya-kerajaan-pajajaran-prabu-siliwangi-menikahi-perempuan-muslim-rDhf5YuBlM.jpeg Prabu Siliwangi. (Foto: Wikimedia Commons)

PADA MASA kejayaannya, Kerajaan Pajajaran dikenal sebagai kerajaan yang pluralis, bahkan sejak sebelum Prabu Siliwangi. Hal ini dibuktikan dengan pernikahan beda agama antara Prabu Siliwangi dengan perempuan Islam.

Agama Islam memang masuk ke Jawa Barat seiring berkembangnya beberapa kerajaan Islam, seperti Demak, Cirebon, dan Banten. Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El-Jaquene, bahwa beberapa masyarakat Sunda sedikit demi sedikit mulai mengenal agama baru melalui jalur perdagangan, pernikahan dan politik. 

Carita Parahiyangan melukiskan bagaimana sebuah ajaran baru masuk ke tanah Sunda. Pada naskah kuno ini disebutkan "ajaran dari leluhur dijunjung tinggi sehingga tidak akan kedatangan musuh, baik berupa laskar maupun penyakit batin. Senang sejahtera di utara, barat, dan timur. Yang tidak merasa sejahtera hanyalah rumah tangga orang yang banyak serakah akan ajaran agama".

Ungkapan ini sebenarnya bermaksud siapa saja yang memilih meninggalkan Hindu Buddha, kemudian masuk Islam, maka akan mendapatkan risiko yang ditanggungnya. Salah satunya yang dialami putra Bunisora, bersama Bratalegawa, yang telah masuk islam karena menikah dengan seorang muslim yang berasal dari Gujarat. 

Baca juga:  3 Serangan Kesultanan Banten yang Luluh Lantahkan Kerajaan Pajajaran

Di mana saat Bratalegawa mengunjungi Ratu Banawati, adik bungsunya yang menikah dengan seorang bangsawan dari Galuh, ia mengajak adik bungsunya masuk Islam. Tetapi ditolak, hal ini menyebabkan Bratalegawa memilih pergi ke Cirebon untuk menemui kakeknya dan mengajak masuk islam. Tetapi lagi-lagi penolakan ia dapatkan. 

Namun meski ditolak dua kali, bukan berarti hubungan kekeluargaan Bratalegawa retak. Mereka tetap saling komunikasi sewajarnya. Sebenarnya cikal bakal masuknya Islam ke tanah Sunda telah ada sejak zaman Prabu Niskala Wastukancana masih menjadi raja, sebelum era Prabu Siliwangi. 

Di luar keluarganya, Bratalegawa mengajak masyarakat Sunda memasuki agama Islam. Hal ini dilakukan tanpa kesulitan berarti, tetapi Bratalegawa tak pernah memaksa siapapun untuk memeluk agama Islam. Dirinya hanya memberikan alternatif bahwa ada jalan menuju kebenaran, jika ingin meniti jalan tersebut diajaknya bersama - sama, tapi kalaupun tidak juga ia tak mempermasalahkannya. Apalagi ia adalah seorang bangsawan sepupu dari Wastukancana sekaligus iparnya, penguasa Galuh, sebelum disatukan oleh Prabu Siliwangi. 

Puncaknya ketiga Prabu Siliwangi menikah dengan seorang perempuan yang berbeda agama. Perempuan ini beragama Islam, dan membuahkan tiga orang anak. Anak pertama bernama Cakrabuana, kedua putri bernama Lara Santang, dan ketiga seorang laki-laki bernama Kian Santang. 

Ketiga anaknya ini bahkan memilih mengikuti agama ibunya yakni agama Islam. Tetapi hal itu sama sekali tak dipermasalahkan oleh Prabu Siliwangi yang bernama asli Sri Baduga Maharaja. Sejak awal Prabu Siliwangi memang sudah ada kesadaran masing-masing bahwa memberi kebebasan kepada anak untuk menentukan agamanya sendiri. 

Ketika Lara Santang beranjak dewasa, tumbuh sempurna, kemudian ia menikah dengan Maulana Sultan Mahmud, seorang bangsawan dari Arab, yang kemudian melahirkan dua anak laki-laki bernama Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. Naskah Nagara Kretahbumi menceritakan bahwa di tanggal 12 bagian terang, bulan Caitra, tahun 1404 saka, telah memutuskan berhenti mengirimkan upeti yang seharusnya disetorkan ke Pakuan setiap tahunnya. 

Secara resmi kemudian Pangeran Cakrabuana dijadikan raja merdeka oleh kakeknya di Cirebon Girang. Wilayah ini termasuk di bawah kekuasaan Sunda-Pajajaran. Syarif Hidayat telah diberi hak oleh pihak Pakuan dalam menentukan kebijakan rakyatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini