Share

Kadishub dan Anggota DPRD Depok Ditetapkan Tersangka Mafia Tanah

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 337 2527990 kadishub-dan-anggota-dprd-depok-ditetapkan-tersangka-mafia-tanah-7GSfS6HECo.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Empat orang ditetapkan tersangka mafia tanah oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan mafia tanah di Depok, Jawa Barat. Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari pelapor sekaligus korban yang merupakan pensiunan jenderal TNI.

"Penyidik telah menetapkan Burhanudin Abu Bakar, Hanafi, Nurdin Al-Ardisoma alias Jojon dan Eko Herwiyanto sebagai tersangka,” kata Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta Rabu (5/1/2022).

Baca Juga:Β KY Terima 87 Laporan Kasus Mafia Tanah Sepanjang 2021

Menurut Andi, tersangka Eko Herwiyanto merupakan mantan Camat Sawangan dan informasi terakhir sekarang Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok. Sedangkan, Nurdin merupakan mantan staf Kelurahan Bedahan Kota Depok dan informasinya sekarang Anggota DPRD Kota Depok, Jawa Barat.

"Kasus ini berdasarkan laporan polisi dari seorang korban Mayor Jenderal AD (Purn) H. ES diwakili kuasa hukumnya, sebagaimana nomor polisi: LP/B/0372/VII/2020/Bareskrim tanggal 8 Juli 2020,” ujar Andi.

Adapun, Andi menjelaskan duduk perkaranya bahwa terjadi dugaan pemalsuan surat pernyataan pelepasan hak untuk kepentingan swasta yang dibuat oleh Hanafi dan Nurdin dengan dibantu Eko selaku Camat Sawangan.

Baca Juga:Β Bareskrim Tetapkan Pegawai dan Pensiunan BPN Jadi Tersangka Dugaan Mafia Tanah Cakung

Terhadap surat pernyataan pelepasan hak yang diduga palsu itu, kata Andi, telah digunakan tersangka Burhanudin sebagai dokumen yang dilampirkan dalam permohonan penyerahan sebidang tanah milik korban ES kepada Pemerintah Kota Depok dengan keperuntukan sebagai TPU.

"Di mana faktanya terhadap tanah tersebut tidak pernah dijual atau dipindah tangankan oleh korban ES,” ucap Andi.

Selanjutnya, Andi mengatakan penyerahan tanah makam tersebut dilakukan tersangka Burhanudin sebagai persyaratan penerbitan IMB atas nama PT Abdiluhur Kawuloalit (kepentingan Burhanudin Abubakar). β€œAtas penyerahan tanah tersebut telah diproses aerta diterima Pemkot Depok,” tutur Andi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP, Pasal 266 KUHP, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP tentang dugaan tindak pidana pemalsuan surat, menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik, penipuan dan/atau penggelapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini