Share

PTM 100 Persen, Kapolri: Kita Jaga Agar Tak Munculkan Klaster

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 337 2527750 ptm-100-persen-kapolri-kita-jaga-agar-tak-munculkan-klaster-fZaoiaeRKL.jpg Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)

JAKARTA - Pembelajaran Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi para siswa-siswi di sekolah mulai diberlakukan di awal tahun 2022 ini, meskipun Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia maupun di dunia.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, kegiatan PTM 100 persen ini harus dijaga semaksimal mungkin dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang kuat hingga akselerasi vaksinasi.

"Jadi ini tentunya tantangan bagi kita bagaimana setelah PTM kita buka dan lancar, namun disisi lain anak-anak terlindungi karena sudah vaksin," kata Sigit saat launching vaksinasi merdeka anak di SDN 01 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Dengan prokes kuat dan akselerasi vaksinasi, Sigit menyebut, hal itu akan menghindari atau mencegah terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan sekolahan.

"Dan tentunya bagaimana kemudian kegiatan ini (PTM) bisa kita jaga agar tak memunculkan klaster," ujar Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten, percepatan vaksinasi wajib dilakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia. Apalagi hampir dua tahun pandemi, anak-anak kehilangan waktu belajar yang efektif karena pembelajaran dilakukan secara online atau jarak jauh.

Disisi lain, varian Omicron telah masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan percepatan vaksinasi khususnya bagi anak-anak mau tak mau harus dilakukan, agar tak terjadi fatalitas jika terpapar varian Omicron.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini mengajak semua pihak untuk bersinergi dan bersama-sama menghadapi varian Omicron. Beberapa hal yang dilakukan yakni dengan memperkuat pos-pos masuk negara, memperketat protokol kesehatan hingga percepatan vaksinasi.

Dalam pelaksanaan vaksinasi anak-anak, ia pun meminta seluruh provinsi dapat mempercepatnya. Sebab, vaksinasi adalah upaya menyelamatkan anak-anak Indonesia dari serangan virus Covid-19.

"Anak-anak kita adalah generasi yang mengisi posisi penting di tahun 2045 karena tahun 2030 kita memiliki potensi 60 persen masyarakat kita berada di usia produktif. Untuk bisa mempersiapkan SDM unggul, mau tak mau anak-anak kita harus kita jaga dari risiko terkait munculnya varian baru atau varian-varian yg nanti muncul. Yang kita lakukan salah satunya memberikan kekebalan imunitas dengan vaksin," tutup Sigit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini