Share

Sejarah Berdirinya Partai Persatuan Pembangunan

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 337 2527510 sejarah-berdirinya-partai-persatuan-pembangunan-B6aIqQEl9i.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Banyaknya partai di Indonesia pastinya sudah banyak diketahui masyarakat. Tujuan adanya partai ini yakni untuk memperoleh kekuasaan dan kedudukan politik dalam pemerintahan.

Salah satu partai yang sudah dikenal masyarakat yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun tahukah kamu sejarah berdirinya partai satu ini? Untuk mengetahuinya simak penjelasan berikut.

Baca juga:  Di Depan Kader PPP, Ketua DPD Pertanyakan Apakah Pancasila Masih Jadi Denyut Nadi Kehidupan?

Dikutip dari laman resmi PPP, partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan partai politik di Indonesia yang dideklarasikan pada 5 Januari 1973.

Didirikannya PPP sebagai hasil fusi politik empat partai Islam, yakni Partai Nadhlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.

Baca juga:  PPP Kumpulkan Kader se-Indonesia, Persiapan Jelang Pemilu 2024

Fusi ini menjadi simbol kekuatan PPP, yaitu partai yang mampu mempersatukan berbagai faksi dan kelompok dalam Islam. Untuk itulah wajar jika PPP kini memproklamirkan diri sebagai Rumah Besar Umat Islam.

PPP didirikan oleh lima deklarator yang merupakan pimpinan empat Partai Islam peserta Pemilu 1971 dan seorang ketua kelompok persatuan pembangunan, semacam fraksi empat partai Islam di DPR.

PPP sendiri berasaskan islam dan berlambangkan ka'bah. Dalam perjalanannya, tekanan politik dari kekuasaan orde baru, PPP pernah berlandaskan asas islam dan menggunakan asas Negara Pancasila sesuai dengan sistem politik dan peraturan perundagan yang berlaku. Setelah tumbangnya Orde Baru, PPP kembali menerapkan asas islam dan berlambangkan ka'bah.

Ketua umum DPP PPP yang pertama adalah H. Mohammad Syafa'at Mintaredja, SH.

Berikut ada pula beberapa ketua umum yang pernah menjabat PPP hingga saat ini.

1. H. Mohammad Syafa'at Mintaredja (1973-1978)

2. Djaelani Naro (1978-1984 dan 1984-1989)

3. Ismail Hassan Metareum (1989-1994 dan 1994-1999)

4. Hamzah Haz (1998-2003 dan 2003-2007)

5. Suryadharma Ali (2007-2011 dan 2011-2014)

6. Muhammad Romahurmuziy (2016-2019 dan 2019-2020)

7. Suharso Monoarfa (2019-2020 dan 2020-sekarang)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini