Share

Kemensos Percepat Pembangunan Rusun untuk Pengemis dan Gelandangan

Widya Michella, MNC Media · Selasa 04 Januari 2022 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 337 2527010 kemensos-percepat-pembangunan-rusun-untuk-pengemis-dan-gelandangan-rjdWBjwiXR.jpg Kemensos siapkan rusun bagi pengemis dan gelandangan (Foto : Antara)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) di 2 lokasi yaitu DKI Jakarta dengan progres fisik per tanggal 24 Desember 2021 telah mencapai 50,48% dan di Bekasi, Jawa Barat dengan progres fisik 77,84%. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, kelompok rentan seperti pemulung, gelandangan dan pengemis akan disediakan sarana tempat tinggal yang layak dan sehat berupa rumah susun (rusun).

Kemensos mengajukan permohonan kepada Kementerian PUPR pembangunan 16 tower rusun di 11 lokasi di lingkungan Balai Kementerian Sosial. Sehingga pada tahun anggaran 2021 telah dialokasikan pembangunan rumah susun di 2 lokasi yaitu DKI Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat.

Terkait keperluan tersebut, kedua instansi telah dan sedang melakukan koordinasi intensif. Kemensos melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melaksanakan kegiatan Sinkronisasi Kolaborasi Persiapan Rusun bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Manahan, Surakarta, untuk menyiapkan pembangunan berikutnya.

Sekretaris Ditjen Rehsos, Idit Supriadi Priatna dalam kegiatan yang dilaksanakan di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Erce Café Balai Besar Prof. Dr. Soeharso Solo beberapa waktu lalu mengatakan pembangunan Rusun di Manahan Surakarta untuk meningkatkan harkat dan martabat PPKS melalui penyediaan sarana tempat tinggal yang layak dan sehat. Dengan tempat tinggal yang layak, mereka dapat fokus meningkatkan taraf kesejahteraannya.

“Sesuai arahan Mensos Risma untuk segera ditindaklanjuti pembangunan rumah susun ini dengan menggandeng Kementerian PUPR, mengingat PPKS di Indonesia angkanya cukup besar,” ujar Idit dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga : Mau Dapat Rusunawa di Jakarta? Begini Caranya

Idit menyampaikan kebijakan Mensos Risma diawal tahun 2021 yaitu PPKS yang terlantar harus cepat direspon dan diberi layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) baik di keluarga, komunitas maupun residensial.

“Selanjutnya, mereka diakseskan dengan program-program Kementerian Sosial lainnya seperti PKH, BPNT maupun Prokus sesuai dengan hasil asesmen,” katanya.

Dengan adanya rusun ini, para alumni penerima manfaat dari balai-balai rehabilitasi sosial bisa mendapat tempat tinggal yang layak dengan harga terjangkau. Sehingga mereka mampu fokus meningkatkan ekonominya hingga pada titik mandiri.

“Untuk itu perlu adanya konsolidasi serta kerja sama semua pihak termasuk pemerintah daerah setempat berkaitan dengan program rumah susun bagi PPKS di Surakarta, serta bisa menjadikan rusun sebagai ikon Kota Surakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Perancangan Teknis Kementerian PUPR, Yuri Hermawan mengatakan, pemanfaatan rusun bagi PPKS diperuntukan bagi pemulung, gelandangan, pengemis, manusia gerobak, lanjut usia serta warga terlantar lainnya.

“Total usulan Kemensos sebanyak 16 Tower dengan tipe 24/5 lantai panjang sebanyak 108 unit. Pembangunan rumah susun PPKS selaras dengan program penanganan kemiskinan ekstrem yang sedang menjadi prioritas,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini