Share

Luhut: Presiden Jokowi Tak Mau Lagi Ada Diskresi Karantina, Semua Mengacu Inmendagri

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 03 Januari 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 337 2526653 luhut-presiden-jokowi-tak-mau-lagi-ada-diskresi-karantina-semua-mengacu-inmendagri-8T9tdCwq70.jpg Luhut Binsar Pandjaitan (Foto : Tangkapan layar)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar tidak ada lagi diskresi karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pasalnya, saat ini jumlah infeksi varian Omicron sudah menyentuh angka 152 di Indonesia. Karena itulah semuanya harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Melansir dari Covid19.go.id, diskresi karantina berupa kewenangan pemilihan tempat fasilitas karantina mandiri ataupun pengurangan durasi karantina.

"Kita tidak bisa berikan diskresi-diskresi kebanyakan lagi, karena itu hanya mengacu pada Inmendagri saja, kalau tidak, tadi Presiden mengingatkan nanti kita tidak disiplin," ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Omicron di Indonesia Melonjak, Jokowi: Hampir Seluruhnya Kasus Impor

Luhut juga mengingatkan bahwa pemerintah memutuskan memangkas waktu karantina. Dari yang sebelumnya 14 hari menjadi 10 hari dan yang 10 hari menjadi 7 hari. Dia mengungkapkan, kasus Omicron di Indonesia telah mencapai 152 dan 23 persen di antaranya dinyatakan sudah sembuh.

"Jadi angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibanding yang lain," jelas dia.

Lebih lanjut Luhut menuturkan, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap varian Omicron. Bentuk kewaspadaan itu di antaranya dengan tetap menggencarkan vaksinasi, menyiapkan obat-obatan, rumah sakit, tenaga kesehatan dan lain sebagainya.

"Semua yang dibutuhkan untuk itu sudah kita siapkan, jadi jauh lebih siap dari kejadian Juli taun lalu, dokter lebih siap, dan penerimaan karantina jauh lebih siap," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini