Share

Penampakan Kolonel P dan 2 Oknum Prajurit Diborgol saat Rekonstruksi Tabrak Lari Sejoli di Nagreg

MNC Media, · Senin 03 Januari 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 337 2526598 penampakan-kolonel-p-dan-2-oknum-prajurit-diborgol-saat-rekonstruksi-tabrak-lari-sejoli-di-nagreg-9eJHANkRwt.jpg Foto: MNC Media

BANDUNG - Puspom TNI AD menghadirkan Kolonel P saat menggelar rekonstruksi insiden tabrak lari sejoli Handi Saputra dan Salsabila di Jalan Raya Bandung- Garut, Kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1/2022).

(Baca juga: Gelar Rekonstruksi, Ini Detik-Detik Kolonel P dan 2 Oknum Prajurit Tabrak Sejoli di Nagreg)

Ketiganya terlihat diborgol dan mengenakan baju tahanan saat menggelar rekonstruksi. Selain itu, seorang saksi yang menolong kedua korban juga dihadirkan pihak Puspom TNI AD. Ketiga pelaku menjalankan lima adegan.

ist

“Kalau Saya melakukan 4 adegan. Saaat kejadian, saya mondar-mandir suruh orang tahan mobil, namun banyak warga pada nonton. Saya sedang muat semen saat kejadian, lalu terdengar benturan,” ujar saksi mata, Oseng Saepudin Zuhri di lokasi.

(Baca juga: Kasus Tabrak Lari Sejoli di Nagreg, Ini Penjara Militer Tercanggih Lokasi Kolonel P Ditahan)

Sebanyak 5 adegan dilakukan dalam rekonstruksi. Adegan pertama, adegan menabrak korban tersangka turun dari kendaraan. Adegan kedua, korban diangkat ke pinggir jalan. Adegan ketiga, korban perempuan ditarik dari kolong mobil dan dibawa ke pinggir jalan hingga dimasukan ke dalam mobil melalui pintu tengah oleh tersangka 1 dan 2. Adegan keempat, korban laki laki dimasukkan ke bagian belakang mobil oleh tersangka 1 dan 3, bersama saksi. Dan adegan kelima, tersangka pergi dan membawa pergi dua korban tabrak lari di Nagreg.

Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen TNI Chandra W. Sukotjo menegaskan bahwa penegakan hukum tak akan pandang bulu meskipun pelaku pembuang sejoli di Sungai Serayu berpangkat kolonel. Diketahui Hendi Saputra (16) dan Salsabila (14) ditabrak di kawasan Nagreg, Bandung lalu keduanya dibuang oleh Kolonel P, Kopda A, dan Koptu AS di Sungai Serayu di Cilacap, Jawa Tengah.

“Penegakan hukum tidak pandang bulu. Siapa pun, apa pun pangkatnya yang melakukan tindak pidana akan mendapatkan ganjaran yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita,” kata Cahandra usai mengunjungi dan berziarah ke makam korban di Kabuptan Garut, beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini