Share

3 Kasus Prostitusi Libatkan Anak di Bawah Umur, Tarifnya hingga Jutaan Rupiah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 03 Januari 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 02 337 2526357 3-kasus-prostitusi-libatkan-anak-di-bawah-umur-tarifnya-hingga-jutaan-rupiah-GhCfAmQXj0.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

KASUS prostitusi online selalu menjadi polemik di Indonesia. Tak hanya melibatkan orang dewasa, kini kasus prostitusi merambah ke anak di bawah umur.

Seperti pemberitaan baru-baru ini terkait kasus prostitusi online yang terjadi di Apartemen Kalibata City. Berikut beberapa kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. 

1. Jakarta Selatan

Kasus prostitusi berhasil dibongkar pihak kepolisian pada Oktober 2021. Prostitusi yang terjadi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan itu melibatkan dua anak di bawah umur, yakni ZR (16) dan RCL (16).

Dalam kasus prostitusi online tersebut, polisi menangkap lima orang pelaku yang seluruhnya pria, yaitu AL (19), FH (18), AM (36), CD (25), dan DA (19).

Baca Juga: Polisi Ungkap Hotel Penyalur PSK di Cipanas, DPR Minta Pemda Tingkatkan Pencegahan Prostitusi

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah mengungkapkan, saat melancarkan aksinya, pelaku berbagi tugas. Pelaku AM berperan sebagai penyewa apartemen dan FH bertugas mengantar-jemput korban saat melakukan prostitusi.

Sementara ketiga pelaku lainnya berperan sebagai muncikari. Muncikari tersebut menjajakan korbannya kepada para lelaki hidung belang melalui aplikasi Mi Chat. ZR dan RCL saat itu dipasang tarif sebesar Rp250.000 hingga Rp750.000.

Baca Juga: Cassandra Angelie Ditangkap Kasus Prostitusi, 3 Orang Berperan Jadi Muncikari

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 88 jo 76 (1) atau Pasal 83 jo 76 (f) atau Pasal 81 jo 76 (d) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perlindungan Anak / Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Anak. Hukuman yang akan dijalani pelaku maksimal 15 tahun penjara. 

2. Sumatera Utara

Pada Kamis 5 Agustus 2021, Polda Sumatera Selatan membongkar praktik prostitusi online di salah satu hotel di kawasan Musi II, Palembang. Prostitusi online tersebut melibatkan anak-anak di bawah umur, dengan usia sekitar 14-17 tahun.

Tindakan ini terkuak setelah DK (20), sang muncikari berhasil ditangkap tim Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel. DK melakukan aksi ini sejak 1 bulan terakhir. Untuk satu kali kencan, DK mematok tarif anak-anak tersebut sebesar Rp1 juta hingga Rp1,7 juta.

Korban BN (14) menuturkan, alasan ia bergabung dengan DK lantaran kondisi ekonomi. Sekali kencan ia, BN mengaku bisa mendapatkan bayaran Rp300 ribu. Berbeda halnya dengan RS (15), yang menerima bayaran Rp500 ribu.

DK dijerat Pasal 88 UU No 78 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak-Anak dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

3. Bengkulu 

Kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur berhasil dikuak Polres Rejang Lebong, Polda Bengkulu. Polisi telah mengamankan satu tersangka dan dua pelaku anak di bawah umur. Ketiga perempuan itu berinisial NS (17), AO (17), dan TR (36), warga Kabupaten Rejang Lebong.

Mereka terlibat prostitusi online dengan menggunakan salah satu aplikasi chat sejak 2020 hingga akhir Januari 2021. Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat 4 orang anak yang menjadi korban muncikari. Anak-anak tersebut rata-rata berusia 14-17 tahun.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu baju lengan panjang, satu celana panjang, tangkapan layar percakapan, dan handphone.

Ketiga pelaku dikenakan Pasal 78i Jo Pasal 88 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara

Dilansir dari berbagai sumber/Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini