Share

Awal Tahun 2022, Ribuan Warga Aceh Mengungsi Akibat Banjir

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 01 Januari 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 337 2525920 awal-tahun-2022-ribuan-warga-aceh-mengungsi-akibat-banjir-cnewCZsb3C.jfif Banjir di Aceh Timur, Aceh. (BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari dua ribu warga Aceh Timur, Aceh, mengungsi akibat banjir di sejumlah kecamatan. Sebelumnya dua gampong (desa) dilaporkan masih terendam, lalu banjir susulan terjadi setelah hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, dari perkembangan pada Sabtu (1/1), pukul 09.00 WIB, banjir tersebut menyebabkan 2.751 atau 769 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Namun demikian, pantauan BPBD Kabupaten Aceh Timur menginformasikan genangan berangsur surut di beberapa titik pada 8 kecamatan,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2022).

Sebelumnya, dilaporkan tiga kecamatan terdampak pada Jumat (30/12/2021). Banjir sempat meluas karena curah hujan tinggi di kawasan kabupaten sehingga total 46 gampong atau desa di 8 kecamatan akhirnya terdampak banjir, di antaranya tersebar di Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok dan Nurussalam.

Baca Juga : Banjir Rendam 6.003 Rumah di Aceh Timur, 19 Ribu Jiwa Terdampak

Tercatat sebanyak 19.361 jiwa atau 6.274 KK terdampak kejadian tersebut. Selain itu banjir berdampak pada 6.274 unit rumah dan 1 lainnya rusak ringan.

Berdasarkan pantauan prakiraan cuaca, pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur masih berpotensi pada hujan ringan-sedang-petir hingga hujan lebat pada hari ini dan esok hari (2/1). Pada kajian inaRISK, Kabupaten Aceh Timur memiliki 24 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi, termasuk delapan kecamatan yang terdampak banjir hingga hari ini.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan, maupun bahaya hidrometeorologi basah lain, seperti banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Waspadai puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini