Share

Jokowi: Presidensi G20 Jadi Kesempatan Indonesia Berperan Tentukan Perekonomian Dunia

Felldy Utama, iNews · Sabtu 01 Januari 2022 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 337 2525813 jokowi-presidensi-g20-jadi-kesempatan-indonesia-berperan-tentukan-perekonomian-dunia-Vo4JHvQlwu.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Menyambut Tahun 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung terkait posisi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan forum Internasional yakni Presidensi G20. Forum ini nantinya akan membahas berbagai isu tentang perekonomian dunia.

Jokowi menyampaikan bahwa sejak 1 Desember 2021 sampai setahun ke depan, Indonesia memegang posisi Presidensi G20. Dalam forum ini merupakan kelompok 19 negara plus Uni Eropa yang secara kolektif mewakili sekitar 60% penduduk dunia, 80% perekonomian dunia, dan 75% total perdagangan global.

"Presidensi Indonesia di G20 adalah sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dan menentukan bagi pemulihan perekonomian dunia, tata kelola dunia yang lebih sehat, adil dan berkelanjutan," kata Jokowi dikutip dari akun instagram pribadinya, Jumat (31/12/2021) malam.

 Baca juga: Jokowi Ungkap 2 Kerja Keras Pemerintah Sepanjang 2021, Apa Itu?

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung tiga topik utama. Topik utama tersebut di antaranya, arsitektur kesehatan global, transformasi berbasis digital, dan transisi energi.

Menko Airlangga menjelaskan, arsitektur kesehatan global merupakan upaya Indonesia untuk memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. 

Mendorong ASEAN, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin," ujar Menko Airlangga dalam pertemuan ke-1 Sherpa G20 Indonesia 2022, Selasa (7/12/2021).

Kedua, dengan transformasi berbasis digital membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru. Ketiga, transisi energi diperlukan untuk memperluas akses terhadap teknologi yang bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

"Ketiga topik utama tersebut akan menjadi guidance untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih pro-rakyat, lebih konkret, dan dapat diterapkan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini