Share

Benny Moerdani, Kudeta dan Pencopotannya sebagai Panglima ABRI

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Sabtu 01 Januari 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 337 2525610 benny-moerdani-kudeta-dan-pencopotannya-sebagai-panglima-abri-JfGjYed7N7.jpg Benny Moerdani (Foto: Ist)

PENCOPOTAN Benny Moerdani dari kursi Panglima ABRI pada tahun 1988 diduga menurut mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen berhubungan dengan kabar yang telah sampai ke Soeharto.

Benny berambisi menjadi wakil presiden. Bahkan, pada masa-masa itu juga beredar informasi tentang rencana Benny melakukan kudeta.

Baca Juga: Ketika Soeharto Menyesal di Depan Benny Moerdani yang Terbaring Sakit: Seandainya Aku Ikuti Nasihatmu, Tak Akan Begini

Menurut Kivlan, sumber kabar miring tersebut adalah menantu Soeharto, Mayor Prabowo Subianto. Selain itu, muncul dokumen hasil pertemuan sejumlah jenderal, dimotori oleh Benny, yang menghendaki penggantian Soeharto.

Itulah sebabnya, kata Kivlan, pada pertengahan 1989, Soeharto sempat marah di atas pesawat kepresidenan sepulang dari kunjungan ke Beograd, Yugoslavia. "Biar jenderal atau menteri yang bertindak inkonstitusional, akan saya gebuk!"

Dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap Jenderal (Purn.) Try Sutrisno, yang kala itu ditunjuk menggantikan Benny sebagai Panglima ABRI, menampik ada persoalan di balik pencopotan Benny. Dia mengatakan, Benny memang waktunya diganti karena sudah lima tahun menjabat sejak diangkat pada Maret 1983.

"Semuanya normal-normal saja," ucap Try.

Baca Juga: Kisah Benny Moerdani Tolak Bonus dari Presiden Soeharto Usai Sukses Kejar Duit Pertamina

Tapi dia tak membantah soal beredarnya kabar rencana kudeta Benny. Try masih ingat, ketika dia menjabat Panglima Kodam V/Jaya, Prabowo pernah datang menemuinya sekitar pukul 5 pagi. Ketika itu Prabowo, yang masih berpangkat kapten, kata Try, seraya berbisik mengabarkan ambisi Benny menggantikan Panglima ABRI Jenderal M. Jusuf, lalu melakukan kudeta. 

Try mengaku langsung memerintahkan Prabowo berhenti menyebarkan kabar tersebut. Menurut dia, informasi Prabowo jelas-jelas salah karena sebelumnya Jenderal M Jusuf mengatakan tak akan menjabat Panglima ABRI dua kali.

"Dan, dari awal, yang akan ditunjuk Pak Harto memang hanya Pak Benny."

Sumber: Buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini