Share

Ini Barang Bukti yang Disita dari Rumah Pengunggah Konten Ujaran Kebencian Habib Bahar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 31 Desember 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 337 2525585 rumah-pengunggah-konten-ujaran-kebencian-habib-bahar-digeledah-OX71DSAPkK.jpg Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Arif Rachman (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Polisi melakukan penggeledahan di rumah pengunggah video ceramah Habib Bahar bin Smith yang mengandung ujaran kebencian tersebut. Ada sejumlah barang yang disita.

Dirreskrimsus Polda Jabar, Kombes Arif Rachman tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait penggeledahan tersebut, termasuk lokasi rumah yang digeledah. Baca Juga: Geledah Rumah Pengunggah Video Bahar bin Smith, Polisi Sita 4 Barang Bukti

Dia hanya mengatakan, dalam penggeledahan tersebut, pihaknya mendapati sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit ponsel, satu unit laptop, dan satu akun YouTube dengan inisial TR.

"Kami melakukan penggeledahan dan menyita 1 unit HP kemudian satu laptop kemudian menyita juga satu akun chanel media YouTube atas nama TR kemudian satu buah email, itu yang kami sita sebagai barang bukti," ujar Arif di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (31/12/2021).

Sebelumnya, Arif membeberkan bahwa kasus yang menjerat Bahar berkaitan dengan ujaran yang mengandung kebencian yang disampaikan Bahar saat berceramah di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Kronologi berawal dari adanya ceramah BS (Bahar Smith) pada tanggal 11 Desember 2021 di Margaasih Kabupaten Bandung," ujar Arif.

Baca Juga:  Kasus Habib Bahar bin Smith, Polisi Periksa 34 Saksi

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ujaran kebencian yang disampaikan Bahar kemudian menjadi konten dan diunggah di media sosial hingga viral dan menuai beragam respons dari warganet.

"Kemudian di-upload, di-upload ke dalam satu akun YouTube dan kemudian disebarkan, ditransmisikan sehingga viral di media sosial," tuturnya.

Arif menambahkan, sejauh ini sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi. Tercatat ada 21 saksi ahli yang sudah dimintai keterangan, mulai dari saksi ahli bidang agama, bahasa hingga kedokteran forensik.

"Kami juga melakukan pemeriksaan ahli secara maraton dengan tim sebanyak 21 orang ahli yang sudah kami periksa terdiri dari ahli agama, bahasa, pidana, ITE, sosiologi dan ahli kedokteran forensik," ujarnya.

Bahkan, tambah Arif, jika diakumulasikan, total saksi yang dimintai keterangan sudah mencapai 34 orang. Ke depan, penyidik dari Ditreskrimum Polda Jabar dan Ditreskrimsus Polda Jabar akan memeriksa saksi lainnya secara maraton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini