Share

Kekuatan Mengerikan Pasukan Elite Kerajaan Pajajaran di Masa Prabu Siliwangi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 31 Desember 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 337 2525291 kekuatan-mengerikan-pasukan-elite-kerajaan-pajajaran-di-masa-prabu-siliwangi-ZPymhuydWb.jpeg Prabu Siliwangi. (Foto: Wikimedia Commons)

PAJAJARAN di bawah pimpinan Raja Prabu Siliwangi menjadi sebuah kerajaan yang kuat dan disegani. Hal ini tak terlepas dari strategi pertahanan dari Prabu Siliwangi atau yang bernama asli Sri Baduga Maharaja.  

Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara.

Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne,  Prabu Siliwangi menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab ini. Hal ini menjadikan masyarakat mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda. 

Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus, ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan. 

Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi Membawa Kerajaan Pajajaran pada Kejayaan

Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah. Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.  

Kendati memiliki prajurit yang mahir berperang, menariknya di era Prabu Siliwangi terkenal tidak pernah berperang. Tetapi kehebatan pasukannya dikenal di seluruh kerajaan di nusantara. Ketangguhan prajurit Pajajaran teruji di era Prabu Surawisesa setelah Prabu Siliwangi mangkat.  

Carita Parahyangan mengisahkan di masa pemerintahan Surawisesa tercatat melakukan serangan 15 kali selama menjabat sebagai raja di Pajajaran. Sebagai usaha meningkatkan pertahanan dan keamanan, Prabu Siliwangi juga pernah melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis saat menduduki Malaka pada tahun 1511 Masehi. 

Koalisi ini semakin harmonis semenjak tanggal 21 Agustus 1522 Masehi, telah disepakati bersama untuk menjalin hubungan bidang militer. Perjanjian ini menerangkan Portugis akan membantu Kerajaan Pajajaran dan siap mengerahkan seluruh kekuatan, jika terjadi perselisihan dengan kerajaan mana pun. Sebagai imbalannya, pihak Portugis meminta izin mendirikan benteng di Bandar Banten, dan diberi hak untuk mendapatkan 1.000 karung merica. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini